Warta Anjangsana Komisi Kepemudaan Keuskupan Agung Semarang “Muda Berkreasi Dalam Bingkai Iman”

Surakarta (LENTERA) – Anjangsana komisi kepemudaan Keuskupan Agung Semarang merupakan kegiatan baru yang digagas oleh komisi kepemudaan Keuskupan Agung Semarang. Acara dilaksanakan pada hari Senin (08/02). Tuan rumah Anjangsana yang pertama adalah Kevikepan Surakarta, dan bertempat di aula Paroki Santo Petrus Purwosari Surakarta.

Banyak Orang Muda Katolik (OMK) yang hadir, baik dari Kevikepan Surakarta, maupun dari kevikepan yang lain yakni Kevikepan Jogjakarta, Kevikepan Kedu dan Kevikepan Semarang. Untuk Paroki Sragen diwakili

oleh 4 OMK. Kegiatan ini diadakan dalam rangka menjalin keakraban dan jejaring antar kaum muda se- Keuskupan Agung Semarang dan juga sebagai koordinasi acara kepemudaan dalam lingkup Keuskupan Agung Semarang.

Acara dimulai pada pukul 10.00 dan dibuka oleh Romo Subyantara Putra, Pr dari Paroki Santo Yohanes Rasul Wonogiri ditunjuk sebagai Komisi Kepemudaan Keuskupan Agung Semarang.

Romo Suby menjelaskan bahwa kegiatan anjangsana ini akan rutin dilaksanakan tiap 3-4 bulan sekali, dan akan bergiliran dari satu kevikepan ke kevikepan yang lain.Romo Suby juga menjelaskan mengenai Kongres Ekaristi Keuskupan III (KEK) yang akan dilaksanakan pada kevikepan masing-masing sehingga diharapkan keterlibatan kaum muda semua.
Selain itu Romo Suby menjelaskan koordinasi acara Asian Youth Day (AYD) dan Indonesian Youth Day (IYD). AYD dilaksanakan pada tahun 2017 sedangkan untuk IYD akan dilaksanakan pada bulan Oktober 2016 di Manado.

AYD merupakan pertemuan Orang Muda Katolik se-Asia, dan pada tahun ini Indonesia mendapat kehormatan untuk menjadi tuan rumah AYD, dan Keuskupan Agung Semarang ditunjuk untuk menjadi tempat AYD dilaksanakan.

Dalam menyambut AYD 2017 ada beberapa kegiatan yang akan dilaksanakan oleh Komisi Kepemudaan. Salah satunya adalah kirab salib AYD ke seluruh paroki-paroki Keuskupan Agung Semarang.Paroki Sragen akan mendapat giliran kunjungan Salib AYD pada tanggal 1-8 Juli 2016.

Setelah beberapa penjelasan teknis acara dari Romo Suby, acara selanjutnya ada evaluasi kegiatan dari tiap OMK paroki. Di dalam sesi evaluasi tersebut, video dokumentasi kegiatan-kegiatan OMK tiap-tiap Paroki diputar. Beragam kegiatan yang dilakukan oleh masing-masing OMK, ada yang bermain kartu remi, berkebun, ronda di gereja, melakukan penghijauan, stand up comedy, perayaan tahun baru, dan masih banyak lagi.
Kegiatan ini sangat positif dan dapat menjadi referensi bagi OMK yang lain. Sebelum acara ditutup ada tambahan penjelasan dari Romo Budi Purwantoro, Pr, sebagai Tim Kepemudaan Keuskupan Agung Semarang.

Romo Budi menjelaskan bahwa dibutuhkan keterlibatan yang lebih dari OMK di Indonesia dan khususnya di Keuskupan Agung Semarang agar 3 acara yakni KEK, IYD, dan AYD dapat berjalan dengan sukses. Romo Budi memohon keterlibatan orang muda untuk dapat ambil bagian menjadi volunter (sukarelawan) ataupun menjadi Peserta dalam ketiga acara tersebut. Tuan rumah anjangsana selanjutnya adalah Kevikepan Semarang.

“Kegiatan ini adalah kegiatan yang sangat positif karena dapat menambah jejaring dengan OMK dari Paroki lain dan dapat selalu mengupdate info kegiatan kepemudaan di Keuskupan Agung Semarang. Karena Paroki Sragen akan dikunjungi oleh Salib AYD pada bulan Juli, maka untuk itu diharapkan keterlibatan kaum muda di lingkungan maupun wilayah untuk bersama-sama mensukseskan acara AYD 2017,” kata Sevan Handana, salah seorang orang muda Katolik Sragen, memberi kesan. (Mana2)