Warta Novena II, Putaran 6: “Lampah Pamartobat Kinanthen Sikap Kang Tulus lan Nuntun Luhuring Budi”

 

Ngrawoh (LENTERA) – Perayaan Ekaristi Novena II, Putaran VI, Kamis, (18/02) mengambil tema “Lampah Pamartobat Kinanthen Sikap Kang Tulus lan Nuntun Luhuring Budi”. Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Romo FX. Suyamto Kirnasucitra, Pr, dan petugas liturgi Wilayah Lukas Tanon.

Dalam kotbahnya, Romo Suyamto menjelaskan tetang isi dari Injil Matius (Mat 5:20-26) yang menceritakan bahwa Yesus menyampaikan pesan kepada orang-orang Israel agar jangan terjebak dalam aturan yang ada semata. Jika di dalam aturan mengatakan jangan membunuh, siapa yang membunuh akan dibawa ke pengadilan, Yesus menekankan lebih dari itu peraturan jangan membunuh harus dimaknai dengan pemahaman yang lebih dalam yaitu bisa dimaknai ketika seseorang menjelek-jelekan orang lain itu juga merupakan suatu perbuatan membunuh.

Romo Suyamta menegaskan bahwa pertobatan adalah sikap untuk merubah hidup menuju yang lebih baik. Dalam Kitab Yehezkiel (Yeh18:21) menjelaskan bahwa orang durhaka yang bertobat dengan bertindak adil dan jujur, orang tersebut tidak akan mati, justru orang yang jujur kemudian bertindak tidak jujur akan celaka, untuk pertobatan tersebut dibutuhkan sikap tulus, yang berarti bahwa antara pikiran, perkataan dan perbuatan terjadi keselarasan dengan tetap menjunjung tinggi perhargaan atas hidup yang diberikan oleh Allah. Dengan terus menggali keluhuran Allah dalam setiap ciptaan.

Pada penutup permenungan, Romo Suyamta menyampaikan bahwa umat Paroki Sragen harus bersyukur bahwa pada tahun ini Paus Fransiskus mencanangkan sebagai tahun Kerahiman Ilahi, tahun di mana rahmat Kerahiman Allah dicurahkan dan semangat pertobatan digaungkan. (Srie)