Bagaimana Agar Pendalaman Iman Diminati?

 

Ketika kita melihat kegiatan Pendalaman Iman di Lingkungan-Wilayah, Kita akan menjumpai kegiatan tersebut sepi peminat, terutama kaum muda. Mengapa kurang diminati? Menurut hemat kami ada beberapa permasalahan antara lain adalah: petama, umat kurang menyadari pentingnya pendalaman iman sebagai suatu kebutuhan. Kedua, materi pendalaman iman dirasa kurang menarik. Ketiga, penyajiannya masih kurang menggairahkan. Keempat, kesibukan umat yang tidak memungkinkan untuk berkumpul.
Kadang kami berpikir dan mencari solusi agar umat Katolik dapat menyenangi pendalaman iman. Itu semua dapat terlaksana bila ada suatu wadah yang dapat digunakan, sehingga umat Katolik dapat belajar dengan tenang, santai, dan penuh kedamaian.

Pada bulan Oktober 2015, terbentuklah Paguyuban Pecinta Kitab Suci (P2KS) sebagai wadah untuk belajar dan merenungkan Kitab Suci, kemudian berbagi pengalaman satu dengan yang lain. Sekarang, P2KS sudah beranggotakan sekitar 10 orang dan kami mengajak semua umat Katolik Paroki Santa Maria di Fatima Sragen untuk bergabung, agar kita dapat saling berbagi menambah pengetahuan dan memaknai Firman Tuhan yang selanjutnya dapat melaksanakan utusan Tuhan Yesus sebagai pewarta firman , sebagaimana tersurat dalam Mat 28 : 19-20.

Kebetulan kami sebagai prodiakon, walaupun baru menjalani satu periode ini, ingin lebih memahami firman Tuhan dengan mengajak umat untuk pendalaman iman dengan berbagai cara, misalnya mendatangi umat untuk saling berbagi pengetahuan tentang firman Tuhan. Namun, hasilnya masih belum memuaskan, selanjutnya kami berbagi pengalaman iman dengan saudara Kristen Protestan, justru dapat berjalan dalam jangka waktu 4-5 tahun, walaupun hati kecil saya merasa kurang puas, karena tidak dapat berbagi dengan umat segereja.

Mungkin bagi para pembaca ada yang punya solusi lain, yang dapat dibagikan pada kami (P2KS) dan sementara kami bersama teman-teman ada wacana untuk mencoba mengembangkan pendalaman iman bagi sesama umat Katolik di Paroki Sragen, mengingat kami menyadari adanya beberapa kendala, antara lain:

a) Umat Katolik memang tidak biasa dengan dialog interaktif tentang kitab suci, ajaran gereja, dan pokok-pokok iman, sehingga ketika disuguhkan menu pendalaman iman yang interaktif, umat Katolik menjadi minder dan enggan untuk mengikuti .

b) Metode katekese dengan metode pelajaran agama yang digunakan dalam mengajarkan isi katekismus membentuk pola yang interaksi pasif menerima hal yang sudah matang tentang pokok-pokok iman dan dogma Katolik.

c) Kitab Suci memang baru saja digunakan menjadi ‘Sumber Belajar’ umat dalam pendalaman-pendalaman iman, pendalaman kitab suci merupakan hal baru.

Perlu progres yang dipecah dalam langkah-langkah yang lebih rinci untuk membawa umat terbiasa dengan pola dialog interaktif tentang penghayatan imannya. Adapun rencana yang digagas P2KS antara lain

1. Mengajak keterlibatan umat Paroki St. Perawan Maria Fatima Sragen, tujuannya agar mulai terbiasa berkumpul, mendengarkan (metode pasif) ceramah-ceramah dan atau kotbah, hal ini dapat menjadi modal awal untuk menuju langkah berikutnya.

2. Mempelajari dan menyusun kotbah, ceramah yang menarik agar umat dapat terlibat dengan kotbah sehingga dapat tertarik dan mendengarkan, dan terlibat. Wujud keterlibatan umat dapat berupa: tertawa, nyeletuk, mengomentari isi kotbah. Ketika terjadi keterlibatan umat seperti ini, komentar umat tidak perlu untuk ditanggapi secara serius agar suasana doa dan ibadat yang sakral tidak hilang.

3. Setelah pemandu dapat menyusun kotbah yang menarik, seperti di atas, umat mulai terbiasan untuk mengikuti ibadat-ibadat dan pertemuan-pertemuan doa di lingkungan atau di wilayah.

4. Umat akan terbiasa dengan pola kotbah yang dialog interaktif dan ketika pemandu melontarkan pertanyaan umat yang awalnya gerah, takut, malu menjawab, dan sebagainya, menjadi terbiasa untuk ikut ambil bagian. Dalam tahap ini umat sudah memasuki tahap ‘Pendalaman Iman’.

5. Bentuklah kelompok khusus misalnya kelompok Kitab Suci, Lectio Divina, atau apa pun namanya yang mengadakan pertemuan secara rutin seminggu sekali, dua minggu sekali, atau sebulan sekali dalam Lingkungan – Wilayah .

6.Umat Katolik yang tertarik dan bergabung di kelompok ini, nantinya akan menjadi kader-kader kita dalam pertemuan pendalaman iman.

Semua yang kami rencanakan ini masih dalam bentuk wacana, usulan, teori, mungkin bisa menjadi sumber inspirasi, bagi Pembaca Majalah Lentera. Semoga umat Katolik semakin haus untuk bertemu dan selalu rindu untuk kekayaan hidup rohani melalui pendalaman iman. Kami berharap keterlibatan Pembaca Majalah Lentera, secara khusus bagi teman-teman prodiakon, katekis dan guru agama, untuk ikut serta dalam P2KS sehingga semakin dapat mewartakan firman Tuhan kepada umat Paroki Sragen. Kita tidak hanya mencari dan menyantap makanan duniawi semata, tetapi juga mencari dan memakan makanan rohani sebagai bekal kita, untuk hari ini dan di kemudian hari.

W.Wimbarhadi