Pelatihan Paramenta & Tata Altar: Makin Mengenal dan Hormat dengan Alat Liturgi

 

Paroki Sragen (LENTERA) – Tim Kerja Paramenta & Tata Altar Paroki Sragen mengadakan pelatihan tentang paramenta dan tata altar bagi Tim Paramenta dan tata altar lingkungan di Paroki Sragen. Kegiatan ini dilaksanakan Minggu (28/2) di ruang pertemuan pastoran. Kegiatan ini merupakan program dari Tim Kerja Paramenta di tahun 2016 dengan tujuan untuk menambah wawasan dan pengetahuan tentang liturgi, alat liturgi dan penataan altar.

Kegiatan yang berlangsung pada pukul 09.30-13.00 ini, diikuti oleh 60 orang peserta yang berasal dari Tim Kerja Paramenta lingkungan, wilayah dan stasi di Paroki Sragen. Para peserta sangat bersemangat dan setia mengikuti kegiatan mulai dari demonstrasi membersihkan peralatan liturgi dan pada sesi terakhir diisi dengan merangkai bunga

Pada sesi penyampaian materi dan tanya jawab, banyak peserta yang belum memahami dan bertanya sekitar bagaimana cara pemeliharaan alat liturgi dan masih banyak peserta yang belum mengetahui nama-nama alat liturgi. Ini menyimpulkan bahwa selama ini pengetahuan peserta akan alat liturgi masih kurang, yang berdampak pada kurang hormatnya peserta dengan alat liturgi yang suci itu.

Romo Robertus Hardiyanta, Pr sebagai narasumber menegaskan kepada peserta untuk mengetahui nama dan fungsi alat-alat liturgi dan bagaimana cara perawatan dan pemeliharaannya, bagaimana cara menyusun alat-alat liturgi tersebut di meja altar pada perayaan Ekaristi. Bapak Yustinus Sri Winarno, Ketua Bidang I Liturgi dan Peribadatan, memberi arahan kepada para peserta pelatihan untuk mengajak umat terlibat dalam pemeliharaan alat-alat liturgi dengan baik, hormat dan benar.

“Semoga pelatihan paramenta, pengetahuan umat semakin bertambah, dan kemudian mampu memberi hormat terhadap alat-alat liturgi dengan cara pemeliharaan yang benar sesuai aturan yang ada, dan apa yang menjadi kekurangan kita terjawab dengan melakukan hal yang benar dan baik dalam peribadatan kita” kata Suster Monika, sebagai Tim Kerja Paramenta Paroki Sragen memberikan kesan. (Sr Monik)