Visualisasi Kisah Sengsara Yesus Kristus

 

Paroki Sragen (LENTERA) – Visualisasi Kisah Sengsara Yesus Kristus tahun ini ditampilkan secara berbeda oleh Tim Kerja Kesenian dan kaum muda Paroki Sragen, yaitu dengan model kesenian Ketoprak Jawa, dengan iringan musik gamelan. Konsep Jawa ini juga hadir dalam dekorasi, busana yang dikenakan juga menggunakan konsep budaya Jawa. Hal tersebut mendapat apresiasi umat Paroki Sragen bahwa kaum muda berani untuk menampilkan visualisasi dengan kesenian Ketoprak.

Dipilihnya Ketoprak dan adat Jawa dengan tujuan agar anak-anak muda jaman sekarang tidak kehilangan semangat untuk melestarikan budaya jawa. Visualisasi tahun yang diadakan pada hari Jumat (25/3) dilaksanakan di Gereja Paroki Sragen.

Antusiasme umat paroki Sragen untuk ikut ambil bagian dalam Kisah Sengsara Yesus cukup tinggi, terlihat kehadiran umat memenuhi Gereja Paroki Sragen. Visualisasi yang dimulai pada pukul 09.00, dibuka dengan pengantar dan doa pembuka dari Romo Robertus Hardiyanta, Pr. Adegan demi adegan di laksanakan dengan baik oleh teman-teman kaum muda. Semua umat mengikuti setiap prosesi jalan salib dengan khidmat. Beberapa umat bahkan tidak mampu menahan air mata ketika adegan Yesus disiksa oleh Prajurit Romawi. Umat benar-benar merasakan kepedihan, kesakitan dan sengsara Yesus disiksa dihadapan rakyat hingga disalibkan di bukit Golgota. Teman-teman kaum muda sangat baik dalam membawakan perannya masing-masing sehingga sangat membantu permenungan umat paroki Sragen.

Bapak Paulus, sebagai Tim Kerja Kesenian Paroki Sragen, mengatakan bahwa visualisasi dengan konsep ketoprak ini merupakan ciri khas dari Paroki Sragen dan rencanannya akan selalu dilaksanakan setiap tahun. Rio Pambudi, yang menjadi koordinator kegiatan visualisasi, berkata,“Dengan menggunakan konsep Jawa diharapkan mampu memberikan warna yang berbeda dalam menghayati Kisah Sengsara Yesus. Selain itu agar anak-anak muda jaman sekarang tidak lupa akan budaya jawa dan diharapkan mau melestarikan budaya jawa dalam kegiatan gereja yang lain.” (OMK)