Temu OMK Rayon Timur Kevikepan Surakarta

 

Gemolong (LENTERA) – Dalam rangka persiapan Kongres Ekaristi Keuskupan (KEK) III dan Kirab Salib Asian Youth Day, OMK Rayon Timur Kevikepan Surakarta mengadakan pertemuan yang bertempat di Aula Gereja Paroki Gemolong. Peserta yang hadir adalah dari Paroki Jumapolo, Karanganyar, Gemolong dan Sragen, dari Paroki Sragen diwakili oleh 4 orang.

Keseluruhan acara pada hari itu dipandu oleh Komisi Kepemudaan Keuskupan Agung Semarang dengan moderator Romo Budi Purnomo, Pr. Pertemuan ini diadakan bertujuan membekali teman-teman kaum muda untuk mengembangkan OMK di parokinya masing-masing.

Acara dimulai pukul 10.00 WIB, dan diawali dengan doa pembuka. Dilanjutkan dengan membahas kuesioner tentang kondisi OMK di masing-masing paroki. Permasalahan yang dihadapi dari beberapa paroki sebagian besar sama, yakni ditinggal oleh teman-teman kaum muda untuk bersekolah atau mencari rejeki di luar kota. Romo Budi memberikan solusi beberapa model pendampingan dan kegiatan yang bisa diterapkan di masing-masing paroki.

Acara dilanjutkan dengan persiapan Kirab Salib Asian Youth Day (AYD). Dibutuhkan koordinasi masing-masing paroki untuk memastikan penyambutan dan pelepasan salib ke paroki selanjutnya. Agar mempunyai gambaran tentang kegiatan yang akan dilakukan, diputarkan video kirab salib dari paroki-paroki yang sudah dikunjungi oleh salib AYD. Sangat terlihat semarak kegiatan dari masing-masing paroki dalam menyambut salib AYD.

Romo Budi berpesan bahwa antar paroki rayon timur harus ada koordinasi yang jelas dan merembug satu konsep kegiatan kirab salib AYD agar terjadi kesinambungan antara satu paroki dengan paroki yang lain. Setelah makan siang, dilanjutkan membahas pentas seni yang akan ditampilkan pada saat KEK.

Pada kesempatan itu juga dibentuk kepengurusan OMK Rayon Timur yang akan mengkoordinasi kegiatan dan jejaring antar paroki di Rayon Timur Kevikepan Surakarta. “sangat positif kegiatan seperti ini diadakan karena dapat menambah relasi kaum muda dan juga sebagai bentuk jejaring dengan Paroki yang lain. Selain itu juga dapat bertukar ide dan pikiran tentang kegiatan yang akan diadakan” kata Nandito memberi kesan. (OMK)