Misa Devosi Maria Fatima: “Gembalakanlah Domba-Domba-Ku”

 

Ngrawoh (LENTERA) – Sudah menjadi agenda rutin bahwa setiap bulan tanggal 13 pukul 16.30 WIB diadakan Misa Devosi Maria Fatima bertempat di Kapel Adorasi Taman Doa Ngrawoh Sragen. Sesudah misa dilanjutkan dengan Adorasi Sakramen Mahakudus sampai pukul 24.00 WIB.

Mengapa setiap tanggal 13? Hal ini sesuai dengan Kisah Penampakan Bunda Maria di Fatima, Portugal (yang merupakan Santa Pelindung Taman Doa Ngrawoh Sragen), dimana Bunda Maria menampakkan diri kepada 3 gembala kecil (Lucia, Yasinta dan Fransisko) setiap tanggal 13 selama 5 bulan berturut-turut di Fatima .

Sedangkan Adorasi Sakramen Mahakudus diadakan untuk memberi kesempatan kepada umat untuk mendekatkan diri dengan Tuhan dalam Sakramen Mahakudus. Umat baik secara pribadi maupun kelompok diberi kesempatan untuk ber-Adorasi selama satu jam secara bergiliran.

Misa Devosi Maria Fatima, Jumat (13/05) dipimpin oleh Romo FX. Suyamta Kirnasucitra, Pr dan petugas koor dari lingkungan Benediktus Puro Asri. Umat yang hadir di Kapel Adorasi Ngrawoh kebanyakan dari lingkungan Ngrawoh, Tangen dan Jenar. Diharapkan umat dari lingkungan-lingkungan lainnya juga bisa hadir dalam Misa Devosi Maria Fatima ini, termasuk terlibat dalam Adorasi Sakramen Mahakudus.

Sesuai bacaan Injil tentang Yesus yang bertanya kepada Petrus tiga kali “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?” dan diikuti dengan perintah Yesus kepada Petrus “Gembalakanlah domba-domba-Ku”, Hal ini berarti di dalam Yesus, dasar dan motivasi memimpin apalagi melayani itu adalah kasih. Kasih kepada Yesus harus diwujudkan dalam sikap, tindakan, perilaku dan keputusan tugas pelayan dan kepemimpinan, demikian diungkapkan Romo Yamta dalam homili misa hari itu.

Sesudah Misa, dilaksanakan acara “Kepyakan dan Kenduren” bersama warga desa sekitar di atas pondasi yang akan dibangun Kapel Santo Yosep – Santa Maria sebagai tanda dimulainya pembangunan Tahap 3 Taman Doa Ngrawoh. Acara ini diikuti Romo, Panitia Pembangunan, dan warga sekitar.

Pada kesempatan itu Romo FX. Suyamta meminta dukungan, doa dan “pangestu’ dari warga sekitar dalam rangka memulai Pembangunan Tahap 3 Taman Doa Ngrawoh yang ditandai dengan pembangunan Kapel Santa Yusuf- santa Maria yang merupakan bagian dari Gereja Berjuang. Romo Yamta menambahkan bahwa tempat doa itu tidak untuk umat agama tertentu tapi juga untuk masyarakat sekitar. Pertama jangan diartikan secara fisik, juga secara rohani , sebagai tanda kehadiran Tiuhan yang diharapkan membawa kedamaian dan kerukunan dalam masyarakat. (Dn)