Novena IV (Putaran 6): “Martakake Kabungahan Kanthi Nresnani Kang Katriwal”

 

Ngrawoh (LENTERA) – Mendung yang menyelimuti Taman Doa St. Perawan Maria Fatima Ngrawoh tidak menyurutkan tekat 400 orang umat Paroki Sragen untuk hadir di tempat tersebut. Malam Jum’at Wage (02/06), bertepatan dengan Perayaan Hari Raya Hati Yesus yang Mahakudus, Ekaristi Novena IV Putaran VI dilaksanakan. Tema yang perayaan Ekaristi “Martakake Kabungahan Kanthi Nresnani kang Katriwal” (Mewartakan Kegembiraan dengan Mencintai yang Tersingkir, red.) Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Rm. Ch. Sutrasno Puwarto Pr, dengan petugas liturgi yaitu umat dari Wilayan St. Andreas.

Dalam homilinya, Romo Sutrasno menyampaikan tiga poin renungan, yang pertama yaitu gambaran Allah sebagai seorang gembala yang mencari satu ekor domba yang hilang, kemudian dapat menemukan domba tersebut dengan susah payah. Dari Gambaran tersebut, Romo Sutrasno ingin mengatakan bahwa Tuhan adalah Maharahim, dan mengajak umat yang hadir untuk menjadi gambaran Tuhan yang Maharahim dengan sikap sabar yang tanpa batasan.

Poin kedua Kedua adalah bahwa Allah senantiasa memberi kesempatan bagi siapapun yang hendak memperbaiki kehidupannya, hal tersebut diambil dari kisah Injil yang bercerita tentang kisah Anak yang Hilang. “Allah senantiasa memberi kesempatan kedua, ketiga dan bahkan terus bagi manusia untuk berbalik kepada Allah melalui pertobatan,” demikian Romo Trasno berkata.

Poin ketiga untuk menampakkan wajah kerahiman Allah adalah dengan tidak suka nggosip. Romo mencontohkan dengan peribahasa tawon dan lalat, kalau lalat akan senantiasa mencari sampah, kotoran, akan tetapi tawon akan mencari bunga dan menghisap madu. Romo Trasno mengajak umat untuk mencari madu, atau hal-hal yang baik, dan jangan mengumpulkan sampah dengan kebiasaan gosip