Ziarah Internasional Bunda Maria Fatima

Magelang (LENTERA) – Perayaan Ekaristi dan Visitasi Patung Bunda Santa Perawan Maria de Fatima dalam rangka Ziarah Internasional Bunda Maria Fatima di Keuskupan Agung Semarang dilaksanakan pada Rabu (22/6), dengan pusatnya di Gereja Santa Maria Fatima Magelang. Perayaan Ekaristi tersebut sudah dipersiapkan secara matang sejak informasi bahwa akan ada Visitasi patung Bunda Maria Fatima di seluruh Dunia, terutama bagi negara-negara yang gerejanya berlindung pada Santa Maria Fatima yaitu Gereja Paroki Sragen, Paroki Banyumanik Semarang, Paroki Magelang, dan Paroki Administratif Pelem Dukuh Yogyakarta.

Perayaan Ekaristi Ziarah Internasional Bunda Maria ini dilaksanakan dalam rangka menyambut 100 tahun penampakan Bunda Maria di Fatima, Portugal Perayaan Ekaristi tersebut dihadiri oleh sekitar 1000 orang, yaitu perwakilan dari 4 paroki yang berlindung pada Bunda Maria Fatima. Paroki Sragen mengirimkan 22 orang yang terdiri dari Dewan Harian , Suster SFS, dan wakil umat. Perayaan Ekaristi ini dipimpin oleh 12 romo, 8 romo dari masing-masing Paroki yang berlindung pada Bunda Maria Fatima, 2 romo dari Kevikepan Kedu, dan seorang romo yang mengantar Patung Bunda Maria dari Keuskupan Surabaya ke Magelang dan Selebran utama Romo FX Sukendar Wignyosumarta Pr.

Pada pukul 15.30, acara dimulai dengan seminar dengan tema “Spiritualitas Bunda Maria” oleh Mr. Carl Malburg, utusan yang menghantar patung Bunda Maria dari Amerika. Mr. Carl Malburg mengatakan bahwa Bunda Maria menampakkan diri di dunia untuk mengajak seluruh umat manusia untuk membawa warta perdamaian, dan selalu berdevosi kepada Tuhan Yesus Kristus dalam situasi apapun.

.

Pada pukul 16.00, setelah seminar berakhir, Perayaan Ekaristi dilaksanakan. Dalam homilinya Romo FX Sukendar menegaskan kembali spritualitas Bunda Maria, dan mengajak seluruh Umat Katolik untuk tidak hanya cukup mengakui dan merayakan imannya, melainkan juga harus menghidupi imannya dengan disertai dengan doa. Romo Sukendar mengajak setiap orang yang sudah dewasa supaya berjanji dihadapan Bunda Maria untuk mendidik satu anak untuk menjadi Imam, biarawan dan biarawati dalam rangka melanjutkan karya penebusan Tuhan Yesus Kristus. Devosi kepada Bunda Maria dilakukan setelah Misa selesai hingga pukul 21.00. Pada tanggal, 23 Juni 2016, Patung Bunda Maria Fatima diberangkatkan menuju ke Keuskupan Bandung.

“Saya merasa bersyukur secara mendalam karena bisa dihadapan patung Bunda Maria de Fatima Internasional yang diarak ke seluruh penjuru dunia, saya berharap semoga perdamaian hadir dalam hati semua orang karena perantaraan Bunda Maria,” kata Faustinus mengatakan. (FJS)