Belajar dan Mengajar lewat ilmu dan iman

“Baiklah orang bijak mendengar dan menambah ilmu dan baiklah orang yang berpengertian memperoleh bahan pertimbangan untuk mengerti amsal dan ibarat perkataan dan teka teki orang bijak. Takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan “ (Amsal 1 : 5 – 7)

Salam jumpa, Berkah Dalem !
Merenungkan bacaan diatas, kira kira apa yang dapat kita petik sebagai wujud kepedulian kita terhadap dunia pendidikan, baik formal maupun informal, pendidikan iman dan juga budi pekerti ? Sobat wanita terkasih dalam Kristus,..harus kita sadari bahwa panggilan hidup tiap tiap orang tentu berbeda beda. Ada yang terpanggil untuk hidup berpasangan ( terikat dalam satu perkawinan), ada yang menjadi biarawan biarawati , memilih tidak menikah seumur hidup, dan masih banyak lagi ! Apapun alasannya, kita semua tentu telah mengalami dan melewati fase fase ketika harus mengenyam pelajaran formal di sekolah. Dengan bersekolah kita masing masing memiliki segudang pengalaman dan kenangan yang tak akan terlupakan sampai kapanpun. Mungkin saja tentang bendelnya kita, nakalnya kita , kecerdasan dan sikap usil serta bermacam macam tingkah laku kita yang bisa membuat pusing ataupun senang dari bapak guru, semua itu tentu memiliki andil yang cukup besar bagi kehidupan kita selanjutnya. Dengan berbekal kepandaian dan ilmu, seseorang bisa meraih mimpi, apapun bentuk dari mimpi tersebut ! Namun ada pula seseorang yang seakan akan tidak terlalu terobsesi untuk mengejar mimpi, namun pada akhirnya dia bisa meraih kesuksesan yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya ! Inikah yang dinamakan nasib atau garis hidup yang sudah ditentukan oleh Yang Maha Kuasa ?

Sudah menjadi tugas kita selaku orang tua untuk bisa mendidik putra putri kita agar kelak bisa menjadi orang yang pandai dan berhasil dalam hidup. Begitu pula bagi para pendidik, tentu saja berharap agar bisa membina para siswa atau anak didik sebaik mungkin, mendampingi dan membina mereka agar bisa menjadi manusia yang cerdas, tangguh, mandiri, jujur, disiplin, dan kelak mampu menerapkan dan mengamalkan ilmu mereka agar bisa bermanfaat untuk orang banyak, untuk keluarga ,dan juga untuk diri sendiri ! Maka peran orang tua dan guru sangatlah penting, tidak saja memberikan bekal ilmu pengetahuan semata, akan tetapi mereka juga dituntut untuk bisa memberikan pendidikan iman yang baik, agar kehidupan putra putri dan anak didik benar benar menjadi seimbang dan selaras !

Ibu ibu dan kaum wanita yang terkasih dalam Kristus,
Kecanggihan tehnologi khususnya dibidang komunikasi dengan maraknya situs situs “ tidak etis ”yang bisa diakses dengan begitu mudahnya melalui ponsel dan sebagainya, sungguh membuat kita semua semakin merasa prihatin dan miris ! Boleh saja anak anak kita rajin dan pandai di kelas, menurut apa kata orang tua, namun diluar pengetahuan dan jangkauan orang tua ternyata mereka telah berani melakukan hal hal negatif, bahkan diluar batas, yang serta merta bisa membuat orang tua menjadi terperangah dan kalang kabut !

Dengan bekal iman yang cukup, melalui keteladanan orang tua dan guru , ketaatan dalam beribadah serta kecenderungan untuk selalu ingin mencari Tuhan lewat berbagai kegiatan yang positif, kita yakin dan percaya bahwa putra putri kita akan sanggup membentengi diri dari segala macam godaan dan tantangan yang datang silih berganti. Dengan pendidikan iman yang diperoleh semenjak dini, bisa dipastikan mereka akan mampu memilih mana yang baik dan buruk, sekaligus mampu memperoleh kekuatan dan memiliki sikap arif bijaksana dalam mempertimbangkan untung rugi tentang segala sesuatu yang akan dikerjakan, baik bagi dirinya sendiri maupun orang lain . Generasi muda sebagai generasi penerus bangsa seyogyanya mempunyai skill, talenta dan budi pekerti yang baik, memiliki iman serta sikap yang santun baik dirumah, dikelas maupun dalam pergaulan ditengah tengah masyarakat luas. Tentu saja semua ini akan terwujud apabila semua pihak mampu bekerja sama, saling asah asih dan asuh secara terus menerus dan berkesinambungan.

Demikianlah bincang bincang kita untuk kesempatan kali ini, semoga bisa bermanfaat. Selanjutnya mari kita renungkan apa yang sudah tertera dalam Kitab Suci :
“Hai anakku ,dengarlah didikan ayahmu dan jangan menyia nyiakan ajaran ibumu.
Sebab karangan bunga yang indah itu bagi kepalamu,dan suatu kalung bagi lehermu.
Hai anakku, jikalau orang berdosa hendak membujuk engkau,janganlah engkau menurut.
Janganlah engkau hidup menurut tingkah laku mereka,tahanlah kakimu dari pada jalan Mereka.”

(Amsal 1 : 8-10, 15)

V.Sri Murdowo