Novena V Putaran 6: “Wani Urip Ngrekasa Kanggo Srana Ngluhurake Allah”

 

Ngrawoh (LENTERA) – Ekaristi Novena V, putaran 6 yang seyogyanya dilaksanakan pada tanggal 7 Juli, dilaksanakan pada hari Kamis (14/7) karena adanya hari Idul Fitri. Ekaristi tersebut mengangkat tema “Wani Urip Ngrekasa Kanggo Srana Ngluhurake Allah.” Romo Stefanus Gito Wiratmo, Pr, memimpin perayaan Ekaristi dan petugas liturgi yaitu umat Wilayah Yakobus Rasul Mojo. Kurang lebih 300 orang umat Paroki Sragen mengikuti perayaan Ekaristi pada malam itu.

Membuka renungannya, Romo Gito, sapaan akrabnya, menceritakan pengalamannya ketika membaca stiker di suatu pintu kos-kosan yang bertuliskan: “Ben dina sinau terus…kapan dolane?” Dari pengalaman tersebut Romo Gito mengajak umat yang hadir untuk merenungkan hakekat dari perjuangan hidup manusia yang ‘ngrekasa’ (harus berjuang memperoleh sesuatu. Red). Contoh yang disampaikan Romo Gito mengambil dari Kitab Kejadian (Kej 3:16) yang bercerita tentang Adam yang harus bekerja keras mengolah tanah dan Hawa yang harus merasakan penderitaan ketika melahirkan. Romo Gito menyampaikan contoh dari Injil Matius yang berisi tentang murid Kristus yang diutus bagai domba ke tengah-tengah serigala. “Keteladanan hidup Bunda Maria menggambarkan bagaimana Bunda Maria menjadi pribadi yang setia dalam perkara-perkara yang berat , wani ngrekasa kanggo ngluhurake Allah (berani bekerja keras demi keluhuran Allah) dengan mantra sendika ing Dhawuh Dalem (terjadilah padaku menurut perkataan-Mu. red)” kata Romo Gito.

Pada akhir kotbahnya, Romo Gito mangatakan bahwa Yesus pun menjanjikan hal yang sama. “Jangan kamu kuatir akan apa yang bakal terjadi….sebab bukan kamu yang akan berkata-kata tetapi Roh Bapamu. Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu”. Untuk itu, tema yang direnungkan mengajak kita untuk berani ngrekasa demi keluhuran Allah. Kita diajak bukan untuk mencari “Nek mung golek senenge dhewe bakale dadi edan lan degleng. Wani ngrekasa kudu didasari raos asih tresna sayekti marang urip, pepadha lan Gusti.” Setelah Ekaristi dilanjutkan dengan Ibadat Adorasi dan jaga bakti.

Keteladanan hidup Bunda Maria menggambarkan bagaimana Bunda Maria menjadi pribadi yang setia dalam perkara-perkara yang berat (Wani ngrekasa kanggo ngluhurake Allah). Mantra yang dihayati adalah sendika ing Dhawuh Dalem. (Srie)