RETRET PRODIAKON: Menjadi Pribadi Inklusif, Inovatif, dan Transformatif

Klaten (LENTERA) – “Menjadi Pribadi yang Inklusif, Inovatif dan Transformatif ” adalah tema yang mendasari kegiatan retret Prodiakon Paroki Santa Perawan Maria di Fatima Sragen. Tema tersebut diambil dengan tujuan agar supaya para prodiakon paroki tahu, sadar, dan ikut ambil bagian dalam pelaksanaan Arah Dasar Keuskupan Agung Semarang. Retret tersebut dilaksanakan pada hari Jumat (1/7) sampai dengan Minggu (3/7) di Rumah Retret Panti Samadi Sangkal Putung, Klaten. Peserta retret berjumlah 55 orang dengan narasumber Romo Ignatius Wardi Saputra, SJ.

Pada hari pertama, Romo Wardi mengajak para peserta retret untuk semakin menyadari dan menghayati hidup sebagai prodiakon yang ideal, inklusif, inovatif, transformatif, dan terutama yang paling penting akrab dengan Tuhan.

Pada hari kedua, peserta retret masuk ke dalam kelompok kecil untuk bertukar pengalaman dan mencari potensi di dalam paguyuban prodiakon yang belum dimaksimalkan di dalam pelayanan. Pada malam harinya, para perserta mengadakan Jalan Salib di sekitar lokasi retret dan diakhiri dengan pengakuan dosa. Pada sesi hari ke-tiga, peserta retret diajak untuk menggali dan menemukan langkah-langkah konkret dalam pelayanan sebagai prodiakon yaitu kesetiaan dalam memenuhi tugas yang sudah terjadwal, komitmen kehadiran dalam pertemuan rutin prodiakon setiap minggu ke-3.

Dalam kegiatan retret tersebut, peserta memilih dan menetapkan nama santo pelindung Prodiakon Paroki Sragen yaitu Santo Stefanus, seorang Uskup dan martir pertama. Santo Stefanus dipilih karena sikap dan keteladanan kemartiran yang akan . (kris-na)