HUT WKRI: Semakin Eksis di Usia 92 Tahun

 

Paroki Sragen (LENTERA) – Dalam rangka HUT ke-92, WKRI Cabang Sragen mengadakan beberapa kegiatan yaitu tugas Liturgi Misa Syukur Minggu (26/6) dan acara Sarasehan. Dalam acara ramah tamah pengurus WKRI dengan Romo dan Dewan Paroki Sragen, diawali dengan pemotongan tumpeng oleh Romo FX. Suyamta Kirnasucitra Pr, dan dilanjutkan dengan acara sarasehan dengan narasumber Bapak Andreas Kosasih.

Bapak Kosasih mengingatkan pengurus dan anggota tentang kesepakatan dalam Kongres WKRI ke-13 di Yogyakarta yaitu tentang peningkatan kualitas manusia Indonesia melalui 3 program yakni: Pertama, upaya menciptakan keluarga yang harmonis sejahtera dan tanggungjawab melalui program pengelolaan ekonomi rumah tangga, kedua, upaya meningkatkan pola hidup bagi anak serta generasi muda melalui program kelangsungan hidup pengembangan perlindungan ibu dan anak, ketiga, upaya mewujudkan kualitas manusia Indonesia melalui jalur pendidikan nonformal dengan menyelenggarakan pusat pendidikan dan pelatihan

Acara sarasehan tersebut diakhiri dengan pemberian motivasi dari Romo Robertus Hardiyanta, Pr, yang menegaskan bahwa bahwa organisasi WKRI sudah harus lebih meningkatkan eksistensinya di Paroki Sragen dengan program kerja yang menarik dan menekankan prinsip cerdas, tangguh, misioner, dialogis (CTMD) “Cerdas dengan Iman yang mendalam,tangguh tahan dalam segala keadaan, perlu adanya visi dan misi yang revolusioner, dialogis perlu mengupayakan kegiatan keluar aktif dan kreatif,” kata Romo Hardi memberikan peneguhan

Selain acara sarasehan, acara yang telah dilakukan pada Sabtu dan Minggu (2-3/7), yaitu acara bazar yang diikuti 25 lingkungan di Paroki Sragen. Bazar tersebut menjual berbagai hasil makanan dan home industri yang diusahakan oleh peserta lingkungan. Kegiatan bazar dilaksanakan setelah Perayaan Ekaristi sabtu sore oleh Romo Suyamta.

Pada hari Minggu (3/7) diadakan lomba mewarnai dan menyanyi untuk tingkat TK sampai dengan SD. Dalam kegiatan tersebut, anak-anak PIA paroki memberi bantuan berupa uang hasil dari celengan natal anak-anak PIA kepada TK Indriasana yang di wakili oleh ibu Nur Sidik sebagai pengelola TK Indriasana. (WKRI)