Novena VI (Putaran 6): Ikut Serta Dalam Melestarikan Alam Ciptaan

Ngrawoh (LENTERA) – “Melu Cawe-cawe Nggulawenthah Bumi Amrih Rahayuning Bawana” menjadi tema dari perayaan Ekaristi Novena VI putaran 6. Umat Stasi Jenawi menjadi petugas liturgi pada Misa Novena Kamis (11/08) malam Jum’at Wage tersebut, yaitu sebagai petugas paduan suara dan penabuh gamelan, petugas lektor, petugas persembahan. Pada pukul 19.00, Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Romo Yohanes Agus Sulistyo, Pr,

Dalam homilinya, Romo Agus Sulistyo mengajak sekitar 600 orang umat yang hadir untuk merenungkan mengapa banyak orang melakukan perceraian, perceraian suami istri maupun perceraian dalam arti luas yaitu cerai persaudaraanya, pekerjaannya, iman kepercayaannya. Perceraian terjadi karena seseorang mempunyai rasa kelekatan dengan dunia sehingga manusia mendapatkan sesuatu yang palsu, dan tidak dapat membedakan intisari dan bungkusnya, saat itu manusia kehilangan jati dirinya sebagai manusia.

Romo Agus mengajak umat yang hadir untuk lepas dari kelekatan dengan cara yaitu pertama manusia ingat sebagai citra Allah, kedua, menerima segala sesuatu dan memasrahkannya pada Tuhan, ketiga, sabar tanpa batas, keempat waspada. “Wong milik kuwi ngendong lali, lali marang apa wae, sapa wae! Aja nduwe rasa milik!” (Orang kalau mempunyai kelekatan akan lupa, lupa pada apa saja, lupa akan siapa saja. Red) kata Romo Agus menegaskan.

Setelah Perayaan Ekaristi dilaksanakan, Romo Agus bersama-sama dengan umat menuju ke Kapel Adorasi untuk melaksanakan Adorasi Sakramen Maha Kudus sampai pukul 24.00. (Ddk)