Perayaan Syukur 30 Tahun Imamat Romo Robertus Hardiyanta, Pr

 

Paroki Sragen (LENTERA) – “Cukuplah karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahan kuasa-Ku menjadi sempurna” (2 Kor 12:9. Red) perikop Injil inilah yang menjadi tema dalam perayaan 30 tahun Imamat Romo Robertus Hardiyanta Pr, dan motto tahbisan Romo Hardi. Perayaan Ekaristi yang dirayakan pada hari Minggu (21/08) pukul 16.30 tersebut dipimpin oleh Romo FX.Suyamta, Romo Andreas Setyo Budi Sambodo, dan Romo Robertus Hardiyanta, Pr sebagai konselebran utama.

Dalam homilinya, Romo Hardi bercerita tetang pengalaman tahbi-san imamatnya dan alasan memilih moto tahbisan. Moto tahbisan tersebut dipilih Romo Hardi bersama dengan teman seangkatannya, (alm) Romo Hari Kustono Pr. Romo Hardi merefleksikan bahwa kasih karunia Tuhan itu lebih dari cukup dalam menjalani panggilan imamatnya. “Panggilan imamat ini, bukan merupakan prestasi melainkan kasih karunia dari Tuhan kepada saya dan karenanya harus disyukuri dan dibagikan!” kata Romo Hardi dengan mantab.Dalam homili, Romo Suyamta dan Romo Budi Sambodo mengucapkan selamat kepada Romo Hardi dan mendoakan agar Romo Hardi selalu setia dalam menghidupi panggilan imamat.

Setelah penerimaan Sakramen Maha Kudus, ada sambutan dari Dewan Paroki, yang diwakili oleh Bapak Hanung Tri Wibowo, dan Pak Eli, perwakilan keluarga, serta dilaksanakan pemotongan tumpeng.

Kemeriahan perayaan 30 tahun imamat Romo Hardi dilanjutkan dengan panggung gembira yang dilaksanakan di pelataran Gereja Santa Perawan Maria di Fatima. Kurang lebih 850 orang umat Paroki Sragen merasakan kegembiraan dengan menikmati makanan dan panggung hiburan tersebut. (CMT)