Keluarga Bersaksi dan Mewartakan Sabda Allah

 

 

Saudara-saudari terkasih, memasuki Bulan Kitab Suci Nasional 2016 yang memilih tema “Keluarga bersaksi dan mewartakan Sabda Allah”, kita diingatkan bahwa Umat Keuskupan Agung Semarang juga baru saja memulai merenungkan dan mendalami tema Ardas KAS dalam rangka RIKAS (2016-2035). Tema Ardas KAS kali ini ialah “Membangun Gereja yang inklusif, inovatif dan transformatif demi terwujudnya peradaban kasih di Indonesia”.

Untuk mengantar acara BKSN di keluarga dan lingkungan umat, saya tertarik sharing Mgr. Paskalis Bruno Syukur OFM, Uskup Keuskupan Bogor. Begini beliau menuliskan sharing itu:
Seorang sahabat mengirim kutipan yang amat inspiratif ini kepada saya. Saya berpendapat bahwa kutipan ini patut disebarluarkan kepada semua orang beriman yang lain: “Buku Alkitab ada di hampir setiap rumah keluarga Katolik. Hampir setiap anak Allah mampu membaca. Namun dalam kenyataannya, banyak sekali putera-puteri Gereja yang mampu membaca ini tidak pernah atau jarang sekali membaca Alkitab. Padahal langkah pertama untuk menjadikan Alkitab buku utama dalam hidup ini adalah membaca, bukan (pertama-tama) mengikuti kursus Kitab Suci ataupun sejumlah ceramah tentang pentingnya Alkitab dalam hidup. Yang pertama dan utama berurusan dengan Alkitab bukan pengetahuan tentang Alkitab, melainkan membacanya. Inilah cara yang paling mujarab dan sekaligus paling pintas bagi setiap orang yang mau menjadi pencinta Alkitab.

Dengan jelas sekali hal ini dikemukakan oleh para uskup sedunia dalam rangka Konsili Vatikan II: “Konsili Suci mendesak dengan amat sangat dan secara istimewa agar semua orang beriman, khususnya para biarawan dan biarawati, kerap kali membaca kitab-kitab ilahi dan memperoleh “keunggulan pengetahuan akan Yesus Kristus (Filp 3:8)” (Dei Verbum, 25).

Rama C. Groenen, OFM, pendiri Lembaga Biblika Indonesia dalam sebuah wawancara pernah mengatakan begini: “Saya mengajak umat semua: Mulailah saja membaca. Dan hendaklah anda tekun. Lama-kelamaan akan terbinalah kebiasaan membaca dan kesenangan membaca, sehingga keseganan untuk membaca akan mulai teratasi. Khususkanlah waktu untuk membaca Alkitab. Beberapa saat sehari, cukuplah! Baca saja, lebih-lebih dengan hati dan daya khayal daripada dengan “otak” yang mau “mengerti” segala-galanya. Bila ada bagian Alkitab yang tidak mengesan biarkan saja! Bacalah terus. Nanti pasti anda bertemu dengan bagian yang mengesan di hati”.

Pernyataan diatas tentu saja tidak bermaksud mengecilkan hati mereka yang sudah dan kini sedang mengikuti Kursus Pendidikan Kitab Suci. Kiranya perlu menggerakan “mesin hati” untuk mengambil Alkitab dan membacanya; persis seperti suara yang didengar oleh St. Agustinus: “Tolle, lege”, Ambillah dan Bacalah. Kita yakin bahwa Roh Tuhan akan menggerakkan hati kita untuk melaksanakan Sabda Tuhan setelah membacanya dalam semangat doa.

Ada banyak jalan dan cara untuk membaca Alkitab; salah satu cara yang paling jitu untuk membacanya, antara lain: Melalui group MMA (Mari Membaca Alkitab) via WA, BBM; setiap hari bacalah dalam grup itu tiga bab. Syaratnya adalah membaca saja, bukan berdiskusi; mari kita kembangkan grup-grup membaca Sabda Tuhan.

Hidup kita sebagai umat beriman perlu dipenuhi semangat “menjamah” Alkitab dan bercerita perihal pengalaman hidup berdasarkan inspirasi dari Sabda Tuhan; mari kita ubah atmosfir pertemuan lingkungan menjadi perjumpaan “semi rekreatif alkitabiah” selama bulan September ini. Baik sekali kalau bisa “nonton bareng” film tentang Yesus, Musa, Samson atau film-film biblis lainnya. Sekurang-kurangnya bisa dimulai dari keluarga-keluarga, mengingat keluarga adalah pendidik pertama dan utama bagi anak-anak generasi penerus bagi bangsa. Maka perlu pembenahan segala sesuatu yangberkaitan dengan hal itu. Perlu ditinjau kembali peralatan dan fasilitas yang tersedia di keluarga, apakah mendukung “aktifitas semi-alkitabiah” seperti ditawarkan Panitia BKSN?

Dengan semua upaya seperti ini tentu saja hati dan budi akan terinspirasi oleh Sabda Tuhan, dan selanjutnya hidup ini mudah-mudahan akan lebih mudah dijalani, tantangan dan kesulitan akan lebih mungkin dihadapi. Itulah salah satu cara bersaksi dan mewartakan Sabda Tuhan.

Salam, berkah Dalem
Rm. FX Suyamta Kirnasucitra, Pr