Generasi Muda : JAS MERAH !

Halo sobat muda yang terkasih didalam Kristus, jumpa lagi pada rubrik Pojok Kaum Muda. Sobat muda tau nggak, dibulan November ada peringatan apa saja? Ya, di setiap bulan November ada 2 peringatan penting bagi kita. Pertama, adalah memperingati Hari Pahlawan pada tanggal 10 November, dan yang kedua adalah peringatan arwah semua orang beriman. Dua peringatan ini ada korelasinya, bulan November sebagai peringatan arwah para pahlawan yang telah berjasa bagi kemerdekaan bangsa ini. Presiden Soekarno memiliki slogan “Bangsa yang besar adalah bangsa yang mengargai jasa pahlawannya”, atau kerennya disebut JAS MERAH (Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah)

Memperingati adalah sikap hormat kita bagi arwah pahlawan yang telah mengorbankan seluruh jiwa dan raganya demi kemerdekaan bangsa Indonesia. Beberapa pahlawan kemerdekaan Indonesia ada juga yang beragama Katolik. Antara lain adalah Agustinus Adi Sutjipto, Ignatius Slamet Riyadi, Yos Sudarso, Uskup Mgr. Albertus Soegijapranata, dan masih banyak lagi pahlawan nasional yang beragama katolik. Lantas,kita sebagai kaum muda apakah berhenti pada kata “memperingati” tanpa wujud nyata untuk menghormati jasa pahlawan? Pertanyaan bagi kaum muda, bagaimana cara kita untuk memaknai Hari Pahlawan agar benar-benar kita pantas untuk menggantikan para pahlawan sebagai generasi penerus bangsa? Kemerdekaan Indonesia adalah hasil kerja keras dari pendahulu kita, dan kita sebagai kaum muda wajib mempertahankan hasil kerja keras tersebut. Kemerdekaan Indonesia bukanlah “hadiah” dari bangsa lain, melainkan pengorbanan jiwa raga pejuang dengan aneka keragaman latar belakangnya. Mereka berjuang dan berkorban, sejak periode merebut kemerdekaan hingga periode kritis ketika harus mempertahankan kemerdekaan yang telah diproklamasikan.

Sangat disayangkan mutu peringatan itu terasa menurun dari tahun ke tahun, terutama generasi muda. Banyak sekali generasi muda yang terlibat  tindak kriminal, contohnya terlibat dalam kasus Narkoba, terorisme, tawuran dll. Hari Pahlawan yang selalu kita peringati hendaknya jangan hanya mengedepankan unsur seremoni belaka, tanpa menghayati nilai-nilai perjuangan yang dipesankan oleh para pahlawan. Sebagai generasi muda, kita harus mampu memberi makna baru atas tonggak bersejarah kepahlawanan dengan mengisi kemerdekaan sesuai perkembangan zaman. Bangsa ini sedang membutuhkan banyak pahlawan, pahlawan untuk mewujudkan Indonesia yang damai, adil dan demokratis. Karakteristik seorang pahlawan adalah jujur, pemberani, dan rela melakukan apapun demi kesejahteraan masyarakat.

Setiap orang harus berjuang untuk menjadi pahlawan. Karena itu, hari pahlawan tidak hanya pada 10 November, tetapi berlangsung dalam kehidupan sehari-hari. Setiap hari kita berjuang paling tidak menjadi pahlawan untuk diri kita sendiri dan keluarga. Artinya, kita menjadi warga yang baik dan meningkatkan prestasi dalam kehidupan masing-masing. Setidaknya kita harus bertanya pada diri sendiri apakah rela mengorbankan diri untuk mengembangkan diri dalam bidang kita masing-masing dan mencetak prestasi dengan cara yang adil, pantas dan wajar. Maka dari itu peringatan Hari Pahlawan sebaiknya dijadikan momentum sebagai hari besar yang dirayakan secara khidmat, dan dengan rasa bangga yang besar, karena merupakan kesempatan bagi seluruh bangsa untuk mengenang jasa dan pengorbanan para pejuang yang tak terhitung jumlahnya dalam perjuangan bersama bagi tegaknya Republik Indonesia yang diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945. Jadi, isilah hari-harimu dengan kegiatan yang positif, baik itu di keluarga, sekolah, masyarakat, maupun di gereja. Agar generasi muda Indonesia benar-benar mampu mewujudkan cita-cita pahlawan untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik.