Misa Puncak HUT 59 Paroki Sragen

Paroki Sragen (LENTERA) – Perayaan Ekaristi Puncak HUT 59 sekaligus Peringatan HPS (Hari Pangan Sedunia) dan juga Tahun Syukur Kevikepan Surakarta dilaksanakan Sabtu (08/10) di Gereja Katolik santa Perawan Maria di Fatima Sragen. Perayaan Ekaristi tersebut dipimpin selebrasi oleh Romo FX. Suyamta Kirnasucitra Pr, Romo Robertus Hardiyanta Pr, dengan konselebran utama Romo Antonius Budi Wihandono, Pr.

Dalam khotbahnya Romo Budi Wihandono mengatakan bahwa di dalam kehidupan manusia ada tiga hukum yang tidak lepas dari manusia. Pertama, seerat-eratnya hubungan pasti akan akan ada perpisahan, karena itu setiap orang diberi kesempatan untuk membuat kisah yang baik di dalam kehidupannya. Kedua, semua orang pasti akan menghadapi kematian, akan tetapi manusia tidak tahu kapan kematian akan terjadi, karena dengan itu manusia mengusahakan kebaikan. Ketiga, apapun dapat dilakukan oleh manusia, akan tetapi pada saatnya akan ada hari pembalasan.

Romo Budi Wihandono berkata, “Dalam pesan pertobatan Bunda Maria Fatima kita diajak untuk bertobat dengan menjadi pribadi yang iklusif, inovatif, tranformatif. Kalau kita berdoa itu kita menarik dan memohon Daya Ilahi, kemudian kita olah, dan kita aplikasikan” (dd)