Novena VIII Ngrawoh: “Orang Katolik Harus Menunjukkan Keselamatan”

Ngrawoh (LENTERA) – “Tuhu Setya Mbudidaya Mujudaken Karahayon” (Kesetiaan dalam Mewujudkan Keselamatan) adalah tema yang diangkat yang direnungkan dalam Perayaan Ekaristi Novena VIII, putaran ke-6, Taman Doa St. Perawan Maria di Fatima Ngrawoh, Sragen. Romo Benediktus Hanjar Krisnawan, Romo yang berkarya di Kuasi Paroki Gemolong, memimpin Misa Suci pada Kamis (20/10), Malam Jumat Wage. Petugas Liturgi dan paduan suara oleh umat Wilayah St. Yohanes Rasul Kedawung. Pada pukul 19.00, Perayaan Ekaristi tersebut dilaksanakan di Kapel Santa Maria dan Santo Yosep atau sering disebut sebagai Gereja Berjuang,

Romo Hanjar dalam khotbahnya mengatakan bahwa di dalam kehidupan manusia penuh dengan tanda yang menunjukan status dan identitas seseorang, misalnya Kartu Tanda Penduduk sebagai tanda seseorang adalah warga negara, surat baptis adalah tanda bahwa seseorang sebagai umat Katolik, tetapi terkadang tanda tersebut hanya sebagai status semata tanpa dihidupi.

Romo Hanjar memberi contoh yang berdasar pada bacaan Injil Lukas yaitu bahwa Yesus mengecam orang farisi yang hanya menindakkan aturan keagamaan secara lahiriah semata. Romo Hanjar mengajak umat untuk menunjukan tanda keselamatan yang menjadi ciri orang Katolik dengan sikap hidup sehari-hari, seperti menampakan kedamaian, keteraman, sabar, dan rendah hati. “Bunda Maria menjadi contoh tanda keselamatan karena Bunda Maria mampu menanggapi kehendak Allah dengan sungguh-sungguh,” kata Romo Hanjar memberikan penegasan. Setelah Misa selesai umat meneruskan dengan Adorasi Sakramen Maha Kudus di Kapel Adorasi.(dd)