Pemberkatan Gereja Berjuang: “Mengupayakan Buah Kehidupan”

Ngrawoh (LENTERA) – Bertepatan dengan Peringatan Santa Maria Ratu Rosario, Jumat (07/10) pemberkatan Kapel St. Yusuf –St. Maria atau “Gereja Berjuang” di Taman Doa Ngrawoh dilaksanakan pukul 09.00. Ibadat pemberkatan dilaksanakan secara konselebrasi oleh Romo Robertus Hardiyanta, Pr, Romo FX. Suyamta Kirnasucitra Pr dan selebran utama yaitu Romo Antonius Budi Wihandono Pr.

Petugas liturgi dan paduan suara oleh panitia pembangunan. Hadir dalam acara tersebut adalah perwakilan dari pengurus stasi, wilayah, lingkungan, serta mengundang Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Gesi.

Ada tiga hal yang menjadi pokok homili Romo Budi berdasarkan bacaan dari Kitab Yehezkiel, Kitab Yohanes, yaitu pertama, umat Kristiani harus seperti Bait Allah yang mengalirkan air yang memberi kehidupan dan mengalirkan rahmat Allah. “Tuhan jangan hanya ditinggal di rumah ibadah atau tempat peziarahan,” kata Romo Budi menegaskan.

Kedua, pesan Yesus untuk merombak bait Allah, mempunyai maksud untuk merombak kebiasaan hidup kebiasan doa, sikap dan tindakan yang tidak selaras dengan sabda Tuhan. Ketiga, kehadiran Bunda Maria di berbagai tempat selalu memberikan berkah bagi umat Katolik, maupun bagi warga sekitar. “Alm. Romo Pujasumarta mengatakan bahwa Ngrawoh itu mempunyai arti sebagai Ngarah Woh (red.mengupayakan pada buah kehidupan) dan Semoga kita umat Sragen selalu Sreg ing sak ngen-ngen,” kata Romo Budi menutup homili.

Setelah Misa dan pemberkatan selesai, diadakan Pertemuan dengan Muspida Kecamatan Gesi. Dalam pertemuan tersebut, umat Katolik dan muspika berembug dan berharap bahwa tempat ziarah ini dapat menjadi berkah bagi umat Katolik dan terutama umat sekitar, serta masyarakat sekitar. (Ddk)