Pelatihan Hidroponik: Minim Lahan & Perawatan, Panen Melimpah

Kedawung (LENTERA) – Pelatihan cara menanam hidroponik digelar di Gereja Stasi Santo Yohanes Rasul Kedawung oleh panitia Ad-Hoc HPS (Hari Pangan Sedunia) bersama Tim Kerja Mitra Perempuan Dewan Paroki Sragen, hari Minggu (2/10). Cara tanam hidroponik adalah cara menanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah, dengan penekanan pemenuhan nutrisi tanaman.

Ruang Gereja Yohanes Rasul diubah menjadi workshop pelatihan hidroponik yang menampung lebih dari 88 orang perserta. Kegiatan yang dimulai pukul 09:30 tersebut dipandu langsung oleh Leandro Maracana, seorang praktisi hidroponik dari Jakarta. Leandro Maracana memaparkan pengetahuan dasar hidroponik yang praktis dan ekonomi, minim lahan dan minim perawatan, serta dapat menghasilkan panen melimpah. Pada sesi tanya jawab, peserta dengan antusias mengajukan pertanyaan seputar hidroponik. Walaupun hari semakin siang, semangat peserta tetap terjaga dan semakin antusias ketika melakukan praktek bersama narasumber.

“Pelatihan hidroponik ini diharapkan dapat memberi wawasan baru dalam bercocok tanam menghadapi semakin sempitnya lahan pertanian, dan harus ada tindak lanjut dari pelatihan hidroponik ini sampai tahap implementasi di lingkungan masing-masing serta monitoring melalui grup media sosial,” kata Bapak Kriswinardi, Ketua Panitia Ad-Hoc HPS, dalam sambutannya.

Ada 30 paket starter kit yang diberikan kepada peserta.Peserta dari perwakilan lingkungan mendapatkan satu paket starter kit hidroponik model rakit apung lengkap dengan bibit untuk mengaplikasikan pelatihan tersebut. Bapak Hanung Tri Wibowo, Ketua Bidang IV Paroki Sragen, mengatakan bahwa pelatihan ini adalah hal yang positif dan sangat berguna. (Ari)