Pelatihan Merawat Jenazah: Kerelaan dan Keterbukaan Hati

Paroki Sragen (LENTERA) – Bertempat di Aula SMP Saverius, Minggu (13/11), Tim Kerja Pangruti Laya mengadakan pelatihan merawat jenazah. Dihadiri 90 orang terdiri dari Tim Pangruktilaya lingkungan se-Paroki Sragen, 6 orang dari jemaat gereja Bakti Advent dan GKJ Taman Asri.

Pelatihan dimulai pukul 10.00 dengan kata sambutan dari Romo Fx. Suyamta Kirnasucitra, Pr yang mengungkapkan bahwa merawat jenazah itu penting seperti halnya Yesus yang dulu jenazahnya juga dirawat oleh para perempuan, ini sebagai ungkapan kata cinta dan penghormatan bagi almarhum.

Narasumber kali ini adalah Ibu Titi Surani dan Bapak Slamet dari Yogyakarta. Oleh narasumber yang sama pada 8 tahun yang lalu, model praktek adalah bapak Slamet, namun kali ini Ibu Sugiyarti dari lingkungan Jenar dan Bapak Heri Wuryanto dari lingkungan Mojo Mulyo menyediakan diri menjadi model praktek.

Setelah praktek selesai diberi kesempatan bertanya maupun mengungkapkan pengalaman-pengalaman istimewa dalam merawat jenazah yang dapat menambah wawasan dan ketrampilan.

Dalam kesempatan ini Bapak AntonIus Suroto (Tim Kerja Pralenan Paroki Sragen) menyampaikan adanya perubahan iuran pralenan dari Rp. 1000 menjadi Rp. 3000, sejak bulan April 2016 namun untuk tahun 2016 ini besar dana pralenan yang diterima masih tetap Rp.300.000. Dengan adanya pelatihan ini semoga Tim Kerja Pangrutilaya lingkungan semakin trampil dan lebih banyak lagi yang mempunyai hati dan suka rela dalam tugas mulia ini”, ujar Ibu Joni memberikan kesannya. (TK.Pangruti Laya)