Jangan Sebar Berita Hoax

Pemerintah sedang gencar-gencarnya memerangi hoax baik itu berupa berita maupun hanya berupa postingan di media sosial. Apakah arti hoax? Menurut ahli ilmu tata bahasa dan kebudayaan, pranata dan sejarah suatu bangsa (filologi) dari Inggris Robert Nares hoax itu berasa dari Bahasa Latin hocus pocus yang merupakan ‘mantra’ dari pesulap yang mempunyai arti yaitu semua yang dilakukan itu benar atau nyata. Sedangkan kata hocus sendiri mempunyai arti untuk menipu.

Mengapa hoax menjadi sangat berbahaya? Karena apa informasi yang disampaikan merupakan informasi yang bohong dan tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Informasi bohong tersebut memang sengaja disebarkan untuk menipu, menimbulkan kegaduahan, atau bahkan menjadi alat untuk propaganda. Yang lebih berbahaya lagi penyebaran informasi hoax itu saat ini dapat dengan mudah menyebar karena melalui media sosial maupun web site, dan bahkan hanya lewat pesan singkat atau sms. Setiap orang dapat menjadi sumber informasi hoax atau informasi bohong tersebut, dan setiap orang juga dapat menjadi penyebar atau distributor informasi bohong.

Dampak informasi yang bohong tersebut dapat kita rasakan pada akhir-akhir ini di mana informasi yang ada menimbulkan keresahan di masyarakat, misalnya isu rush money yang berisi tentang anjuran untuk menarik uang dari Bank. Dalam berbagai kemungkinan, Informasi bohong tersebut mungkin dapat digunakan untuk memecah-belah pesatuan di antara masyarakat karena sering kali mengandung ujaran kebencian kepada kelompok (etnis) tertentu.

Pasal yang digunakan untuk menjerat pembuat informasi bohong itu adalah Pasal 28 ayat 1 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik atau Undang-Undang ITE. Di dalam pasal itu disebutkan, “Setiap orang yang dengan sengaja dan atau tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan, ancamannya bisa terkena pidana maksimal enam tahun dan denda maksimal Rp 1 miliar.” Kalau dicermati pasal tersebut menjerat si pembuatnya dan pendistribusinya.

Bagaimana jika menemukan adanya informasi hoax? Jalan yang paling bijak adalah melaporkan informasi tersebut pada yang berwenang, yaitu Polisi. Jangan menyebarkannya karena tentunya kita akan dapat tejerat pasal UU ITE.

Melawan Hoax dengan Berita Positif
Ada yang menyatakan bahwa internet dan apa yang ada di dalamnya seperti media sosial, email, web site bagaikan pedang bermata dua, dapat untuk kebaikan maupun hal buruk. Media elektronik menyediakan ruang yang luas untuk sarana pewartaan, mengisi dan memenuhi media elektronik dengan informasi yang menimbulkan pengharapan, berita yang menimbulkan rasa kasih semakin berkembang, dan kata-kata yang meneguhkan iman.

 

https://m.tempo.co/read/news/2016/11/20/063821644/mabes-polri-penyebar-hoax-diancam-hukuman-6-tahun-penjara
http://intisari-online.com/Techno/Technology/Darimana-Asal-Kata-Hoax
https://en.wikipedia.org/wiki/Hocus_pocus_(magic)