Misa Pembukaan Bulan Maria: Mari Mewartakan Injil dengan Berkobar-Kobar

Ngrawoh (LENTERA) – Bulan Mei bagi umat Katolik memberi waktu untuk berdevosi kepada Bunda Maria. Pada bulan Mei pula merupakan Bulan Katekese Liturgi (BKL) di mana umat Katolik memperdalam pengetahuan iman. Suatu gerakan rohani yang telah dilakukan mulai tahun 1999, pada tahun ini mengangkat tema “Tradisi Doa Katolik.”

Dalam menyongsong bulan Maria tersebut, umat Paroki Sragen membukanya dengan Perayaan Ekaristi dengan ujub Pembukaan bulan Maria, Minggu (30/4) di Taman Doa Ngrawoh. Perayaan misa ini disambut antusias dengan kehadiran umat pencinta Bunda Maria, yaitu berjumlah 100 orang. Perayaan Ekaristi yang dipimpin Romo Robertus Hardiyanta, Pr tersebut dimulai pada pukul 19.00 dengan petugas paduan suara dan liturgi oleh Orang Muda Katolik Sragen.

Dalam homilinya, Romo Robertus Hardiyanta, Pr mengajak umat merenungkan Injil Lukas tentang kisah dua murid Emaus yang ditampaki oleh Yesus di jalan. Kedua murid tersebut tidak dapat mengenali Yesus karena, mereka muram dan penuh dengan amarah. Romo Hardi mengatakan bahwa pengalaman murid Emaus adalah refleksi tentang pengalaman Ekaristi di mana terdiri dari dua bagian penting: Liturgi Sabda dan Liturgi Ekaristi. “Dalam Perayaan Ekaristi kita dikenyangkan, karena kita makan dari dua meja, pertama meja sabda dan meja altar,” kata Romo Hardi menjelaskan.

Lebih lanjut, Romo Hardi menjelaskan tentang peran penting Bunda Maria dalam perkembangan Gereja Perdana, di mana Bunda Maria menjadi pemersatu Para Rasul. Pada akhir khotbahnya Romo Hardi mengajak umat untuk menggunakan kesempatan Bulan Maria dan Bulan Katekese Liturgi untuk memperbarui diri. (SvN)