Visualisasi Kisah Sengsara Yesus: Mengoreksi dan Memperbarui Diri

Paroki Sragen (LENTERA) – Wafat Yesus di salib tonggak dari karya keselamatan Allah. Kristus yang memberikan diri-Nya untuk menebus manusia dari belenggu dosa. Umat Kristiani di seluruh dunia merenungkan kisah penebusan ini dengan berbagai cara. Orang Muda Katolik Paroki Sragen yang terdiri dari anggota Forum Komunikasi Pelajar Katolik (FKPK) dan Remaja Katolik (REKAT) memvisualisasikan kisah penebusan Yesus tersebut dengan bentuk Ketoprak, Jumat (14/4).

Pada pukul 09.00, kurang lebih 300 umat sudah hadir di Gereja Katolik Santa Perawan Maria di Fatima untuk merenungkan Kisah Sengsara Yesus tersebut. Suster Teresita SFS, dalam pengantarnya, mengajak umat untuk merenungkan kisah Kristus dalam keheningan dengan sambil mengoreksi diri.

Dalam merenungkan kisah sengsara tersebut, tidak sedikit umat yang terharu dan meneteskan air mata. Visualisasi tersebut mengajak umat, bukan hanya terharu dengan Yesus yang disiksa dan disalibkan, melainkan juga merefleksikan diri apakah dalam kehidupan harian umat memerankan peran antagonis atau peran protagonis.

Visualisasi kisah sengsara ini bukan ingin menonjolkan kekerasan semata melainkan ingin menampilkan sosok Bunda Maria yang bukan hanya setia dalam mengikuti jalan salib Kristus melainkan juga memberi kesaksian bahwa kehidupan rohani harus dipupuk dan dihidupi bukan hanya sebagai rutinitas lahiriah semata.

Di akhir visualisasi, Romo Robertus Hardiyanta, Pr memberikan kesan dan pesan yang membangun. Romo Hardi mengatakan bahwa visualisasi telah mengalami kemajuan baik dalam hal teknis penampilan, dan yang berkembang adalah penjiwaan dari pemainnya sangat baik. (B-Nu)