Misa Novena ke 3 (Putaran 7) Taman Doa Ngrawoh

Ngrawoh (LENTERA) – Kamis (18/5), malam Jumat Wage, adalah kesempatan bagi umat Paroki Sragen untuk memberikan hormat dan baktinya kepada Bunda Maria lewat Perayaan Ekaristi Novena di Taman Doa Maria Fatima Ngrawoh. Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Romo Yohanes Sunaryadi,Pr, dipersiapkan oleh Wilayah Tangen sebagai petugas liturgi, dan paduan suara dipersiapkan oleh OMK Santa Maria Fatima. Ada 180 orang yang hadir dalam Perayaan Ekaristi tersebut. Tema yang diangkat dalam Perayaan Ekaristi tersebut yaitu “Kamu adalah Sahabatku, Jikalau Kamu Berbuat Kasih Kepada Sesama.”

Dalam homilinya, Romo Sunar mengatakan bahwa mengusahakan rasa aman dan nyaman di dalam kehidupan. Rasa aman dan nyaman tersebut diusahakan dengan membuat pertahanan seperti membuat pagar rumah yang dikeliling dengan duri. “Romo Mangun pernah berkata bahwa ‘Omahmu aja mbok pageri beling tapi mbok pageri piring’ dari kata-kata tersebut Romo Mangun ingin mengatakan bahwa rasa aman diusahakan dengan menjalin relasi dengan tetangga, misalnya dengan membagi-bagi rezeki, ” kata Romo Sunar menjelaskan. Relasi dengan sekitar itu menjadi fondasi peradaban kasih, di mana kedekatan personal dan pribadi dimunculkan.

Romo Sunar mengatakan bahwa Bunda Maria adalah sosok yang mendampingi murid-murid Kristus. Dari pendampingan tersebut Konsili Yerusalem dilaksanakan untuk menjawab masalah yang terjadi pada Jemaat Perdana, seperti yang dikisahkan dalam kitab Kisah Para Rasul. Dalam konsili Yerusalem tersebut ciri khas Kekatolikan yang berarti umum dimunculkan yaitu tidak adanya keterikatan dengan kelompok etnis tertentu, hal itu juga bersinergi dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika, yaitu Gereja Katolik melakukan pewartaannya dengan melakukan asimilasi kebudayaan dengan budaya setempat. (Y.D.Narko)