Perayaan Awal 100 Tahun Penampakan Bunda Maria Di Fatima

Ngrawoh (LENTERA) – Tahun 2017 menjadi tahun istimewa bagi Paroki Sragen. Selain merayakan Hari Ulang Tahun Paroki ke-60, Paroki Sragen juga merayakan perayaan 100 tahun penampakan Bunda Maria di Fatima, Portugal, yang merupakan pelindung Paroki Sragen. Sesuai dengan Paroki Sragen, Taman Doa Ngrawoh juga berlindung pada Santa Perawan Maria di Fatima.

Misa Devosi Maria Fatima atau yang lebih dikenal dengan “Misa 13-an” bertempat di Kapel Santo Yusuf- Santa Maria, Taman Doa Ngrawoh, Sragen. Sabtu (13/5) Misa dipimpin oleh Romo FX. Suyamta Kirnasucitra,Pr.

Misa ini merupakan rangkaian awal dari perayaan 100 Tahun Penampakan Bunda Maria di Fatima yang puncaknya diperingati pada Oktober. “Rencananya peringatan 100 tahun penampakan Bunda di Fatima akan peringati bersama dengan perayaan puncak HUT ke-60 Paroki Sragen, yaitu pada tanggal 22 Oktober 2107, bersamaan dengan itu pula Taman Doa Ngrawoh akan diresmikan oleh Uskup Agung Semarang, Mgr. Robertus Rubiyatmoko.

Kisah Penampakan Bunda Maria di Fatima sendiri terjadi terjadi 6 kali berturut-turut kepada 3 orang anak kecil gembala setiap tanggal 13, antara Mei sampai bulan Oktober (kecuali bulan Agustus) tahun 1917.

Umat yang hadir dalam Perayaan Ekaristi tersebut diajak untuk mengingat dan merenungkan kembali pesan-pesan Bunda Maria di Fatima, yaitu: pertama, tentang pertobatan orang-orang berdosa dengan cara merubah hidupnya, serta memohon ampun bagi para pendosa, kedua, mohon keselamatan dan perdamaian dunia.

Usai Misa, diadakan Adorasi kepada Sakramen Mahakudus yang diikuti oleh umat lingkungan dan wilayah di Kapel Adorasi sampai pukul 24.00. Selain Misa dan adorasi, sarasehan dan pemutaran film “Kisah Penampakan Bunda Maria di Fatima” dilaksanakan. Perayaan awal 100 Tahun Penampakan Bunda Maria di Fatima menjadi lebih khusyuk serta semarak di Taman Doa Ngrawoh. (dn)