Ajakan Mgr. Robertus Rubiyatmoko dalam rangka HUT Ke-77 Keuskupan Agung Semarang

Semarang (LENTERA) – Hari Ulang Tahun ke-77 Keuskupan Agung Semarang pada hari Minggu, 25 Juni 2017 bersamaan dengan Hari Raya Idul Fitri 1438 H umat Islam. Uskup Agung Semarang, Mgr. Robertus Rubiyatmoko mengajak para imam dan seluruh umat Keuskupan Agung Semarang untuk bersama-sama menghaturkan syukur kepada Tuhan atas Ulang Tahun ke-77 Keuskupan Agung Semarang. Kita bersyukur bahwa Gereja Katolik boleh hadir dan bertumbuh berkembang dengan baik di Keuskupan kita ini. Ungkapan syukur ini secara sederhana akan kita wujudkan dalam dan melalui perayaan Ekaristi di masing-masing paroki pada tanggal 24-25 Juni 2017. Karena itu, Bapa Uskup memohon agar perayaan-perayaan Ekaristi tersebut diujubkan bagi Keuskupan Agung Semarang, dengan tetap dimungkinkan adanya ujub kolektif lain.

Selain melalui perayaan Ekaristi, ungkapan syukur ini juga ingin diwujudkan dengan bersilahturahmi kepada saudara-saudari kita umat Muslim yang pada hari-hari ini juga merayakan Idul Fitri. Kebetulan sekali hari ulang tahun Keuskupan kita jatuh bersamaan dengan Hari Raya Idul Fitri, dimana saudara-saudari Muslim tengah bersyukur atas kesegaran rohani sebagai umat Allah yang dipanggil untuk hidup suci dalam kedamaian dan persaudaraan.

Dalam iklim aneka upaya pemulihan di negeri kita untuk hidup rukun berbangsa yang bernafaskan bhineka-tunggal-ika, Bapa Uskup mengajak dan mendorong dengan sangat agar para Rama dan umat beriman secara sederhana merayakan ulang tahun keuskupan kita ini dengan perayaan syukur Ekaristi di paroki masing-masing dan bersilahturahmi dengan saudara-saudari Muslim. Bersama-sama menjadikan kesempatan silahturahmi ini sebagai wujud untuk saling menghormati dan memperkuat kerukunan hidup bertetangga dan bekerjasama. Semoga hal ini menjadi wujud nyata upaya kita untuk menggalang semangat kesatuan persaudaraan dalam semangat nilai-nilai Pancasila.

Kita sadar betul nilai-nilai Pancasila dan kebangsaan mulai pudar atau bahkan hilang dalam kehidupan bersama di masyarakat kita. Karena itu, marilah kita ajak dan dorong umat kita untuk bersama-sama dengan mereka yang sedang merayakan Idul Fitri, mencari dan menemukan kembali nilai-nilai tersebut, untuk diselamatkan demi kesatuan bangsa Indonesia. Inilah bentuk konkret menghidupi motto “quaerere et salvum facere”.

Semoga dengan dorongan dan ajakan para imam, seluruh umat paroki kita semakin bisa srawung dengan masyarakat luas demi tercipta dan terbangunnya kebersamaan dan kesatuan bangsa kita. Demikian ajakan Mgr. Robertus Rubiyatmoko, Uskup Agung Semarang.