Misa Penerimaan Komuni Pertama: Bersatu dengan Kristus Menguatkan Kesaksian Kita

Paroki Sragen (LENTERA) – Sakramen merupakan tanda rahmat kasih Allah kepada manusia. Sakramen merupakan bentuk cinta Allah kepada manusia yang bertujuan untuk keselamatan manusia. Sakramen Ekaristi adalah Sakramen yang menjadi puncak dari seluruh sakramen di mana Kristus hadir lewat Tubuh dan Darah-Nya yang boleh disantap sebagai makanan rohani.

Minggu (18/6), merupakan hari berbahagia bagi 81 anak calon sambut Komuni yang pertama karena mereka akan menerima Tubuh dan Darah Kristus untuk yang pertama kali. Hal ini disaksikan oleh para orang tua dan seluruh umat yang hadir dalam Perayaan Ekaristi Minggu siang, pukul 07.30, di Gereja Paroki St. Perawan Maria di Fatima Sragen. Suka cita tampak dari raut anak-anak, ditambah dengan kehadiran orang tua dalam momentum emas ini yang akan memberi motivasi bagi anak-anak mereka. Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Romo Robertus Hardiyanta,Pr, sebagai Selebran Utama dan Romo Andreas Setyo Budi Sambodo Pr.

Dalam homilinya Romo Hardi menyampaikan bahwa orang Katolik harus senantiasa bersatu dengan Kristus dengan cara selalu mengikuti Perayaan Ekaristi. Tubuh dan darah Kristus yang diterima akan menjadi makanan rohani yang mengenyangkan jiwa. Romo Hardi juga menekankan bahwa menjadi orang Katolik adalah orang yang sangat beruntung karena makan dari “dua meja”, pertama meja sabda, ketika mendengarkan sabda Tuhan, kedua meja altar di mana Kristus yang menjadi santapannya.

“Ketika menerima Tubuh Kristus kita diselamatkan, berbeda dengan roti manna yang diterima bangsa Israel yang hanya mengenyangkan perut. Jika kita telah diperkenankan menerima Kristus maka Kristus akan selalu beserta kita. Selanjutnya kita dipanggil untuk menjadi saksi Kristus dalam berbagai pelayanan seperti Misdinar,” pesan Romo Hardi kepada peserta sambut komuni. (Skm)