Pre-Event Asian Youth Day: “Bedo Keno Guyub Kuwi Kudu”

Klaten (LENTERA) –Aula SMP Maria Assumpta Klaten hari itu, Jumat (17/6) tampak ramai oleh Orang Muda Katolik (OMK) yang mengadakan kegiatan pre-event Asian Youth Day (AYD). Rangkaian pra-AYD di Kevikepan Surakarta tersebut mengusung tema ”Bedo Keno Guyub Kuwi Kudu”. Orang muda dari berbagai paroki dan lintas agama hadir dalam kegiatan tersebut. Tidak ketinggalan, OMK dari Paroki Sragen yang berjumlah 18 orang hadir dalam acara tersebut.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul tiga sore hingga sembilan malam ini mengajak seluruh kaum muda untuk saling toleransi antar umat beragama. Sesi pertama menghadirkan beberapa narasumber, diantaranya pemuka agama dari Hindu, Kristen, Islam, dan juga Katolik. Pada sesi tersebut seminar tentang kerukunan beragama tersebut berhasil menarik perhatian peserta yang hadir pasalnya isu agama merupakan isu yang sedang hangat diperbincangkan akhir-akhir ini.

Pengalaman iman pada pre-event kali ini berbeda dengan sebelumnya. Pada kesempatan itu peserta diajak untuk bertemu dengan beberapa pemuka agama yang terbuka terhadap pandangan toleransi. Diantaranya pemuka agama dari Islam, Hindu, Kristen, dan Katolik. Rm Inug, SJ yang turut hadir dalam seminar tersebut mengemukakan bahwa memelihara komunio yang mempunyai kekuatan cinta kasih adalah penting. Bila komunio semakin besar maka korupsio (kekuatan pemecah belah) akan semakin hilang.

Kegiatan pada hari itu tidak hanya seminar, melainkan juga pertunjukan seni dari berbagai paguyuban lintas agama. Pertunjukan seni dipandang sebagai alat yang mampu menyatukan berbagai perbedaan, terutama perbedaan keyakinan. Tidak mau ketinggalan, OMK dari rayon timur Kevikepan Surakarta menampilkan pertunjukan berupa tampilan seni musik. Alunan music instrumental hasil perpaduan OMK rayon timur berhasil memecah kesunyian kala itu yang kemudian disambut dengan tepuk tangan meriah oleh penonton. (SFN)