Srawung Asia: Semangat Pembukaan Asian Youth Day

Klaten (LENTERA) – Perayaan Ekaristi Syukur Pembukaan Asian Youth Day (AYD) Kevikepan Surakarta diselenggarakan oleh Paroki Roh Kudus Kebonarum, Klaten, Minggu (30/7). Kegiatan yang dilaksanakan di Lapangan Bunder, Bandungan, Kecamatan Jatinom, pukul 10.00, dihadiri oleh umat Paroki Kebonarum dan perwakilan Orang Muda Katolik se-Kevikepan Surakarta, peserta live in AYD dari Pakistan, Bangladesh, Korea Selatan, Laos, Filipina, Kamboja yang berjumlah 18 orang.

Dalam awal khotbahnya Romo Antonius Budi Wihandono, Pr, Vikep Surakarta, menyanyikan tembang “Gugur Gunung” yang kemudian didukung oleh petugas paduan suara OMK Paroki Kebonarum diiringi dengan iringan gamelan, dan seketika beberapa umat maju untuk bersama-sama menari. Romo Budi mengatakan bahwa kaum muda yang penuh dengan semangat dalam mewartakan Injil itulah yang menjadi inti dari perlaksanaan pertemuan kaum muda se-Asian.

Romo Budi Wihandono menjelaskan bahwa Asian dipilih menjadi tempat pertemuan orang muda se-Asian yaitu karena Asia adalah benua yang besar tetapi penduduknya miskin, dalam keprihatinan itu dialog sosial ekonomi, dialog antar agama perlu dikembangkan untuk menjawab permasalahan yang ada. “Semoga dialog-dialog itu muncul dari tempat ini (red. Bandungan) dan berdampak bagi bangsa Indonesia, juga berdampak bagi negara-negara di Asia,” kata Romo Budi mengakhiri homilinya.

Setelah Perayaan Ekaristi selesai, acara Gelar Budaya dilaksanakan yang menampilkan kesenian ganjur, gejlug lesung, hadrah, gedruk Merapi, klenengan, wayang anak, tari, serta jantur dari berbagai linta agama, budaya, dan daerah. Keceriaan terpancar dari wajah peserta live in AYD ketika menyaksikan kesenian yang ditampilkan.