Perayaan Ekaristi Novena 5 Taman Doa Ngrawoh : Menjadi Penabur Benih Peradaban Kasih

Ngrawoh (LENTERA) – Kamis (27/7), malam Jumat Wage, umat Paroki Sragen mengadakan Novena di Taman Doa Santa Perawan Maria Fatima Ngrawoh. Novena kelima, putaran VII, tersebut mengangkat tema renungan “Menabur Benih-benih Peradaban Kasih di Tengah-tengah Dunia”. Wilayah Tanon menjadi Petugas Liturgi dan paduan suara dalam Perayaan Ekaristi yang dimulai pada pukul 18.00.

Romo Fransiskus Xaverius Suyamta Kirnasucitra, Pr, yang memimpin Perayaan Ekaristi tersebut mengajak umat untuk merenungkan inti sari dari bacaan Injil Matius yang dibacakan pada hari itu. Romo Suyamta mengatakan bahwa benih yang ditaburkan adalah cinta kasih, tanah itu melambangkan hati manusia, benih yang ditaburkan ke dalam hati manusia ada yang berbuah ada yang tidak. Romo menegaskan bahwa dalam kehidupan harian terkadang muncul kata-kata yang tidak membangun dan tidak mencerminkan cinta kasih terutama di dalam keluarga. Romo Suyamta juga mengajak umat untuk berusaha berjejaring dengan umat beragama lain dengan melihat kesamaan bukan perbedaan, misalnya hobi dan kegemaran yang sama.

Dalam Penutup homilinya Romo Suyamta mengatakan bahwa Bunda Maria menjadi teladan mewujudkan peradaban kasih yaitu dengan teladan kepekaan sosial yang tinggi, seperti dalam kisah pernikahan di kota Kanaan. “Mungkin kalau tanpa peran Bunda Maria, mukjizat air menjadi anggur tidak akan terjadi,” kata Romo Suyamta. Lebih lanjut Romo Suyamta menjelaskan “Kita memuliakan Maria bukan menyembah Maria, dan berdoa lewat perantaraan Maria, jadi Tuhan Memberkati, Bunda Maria merestui.”

Sebelum berkat penutup, Romo Suyamta mengingatkan bahwa Gereja itu terbuka kepada siapa saja tanpa memandang golongan, terutama dalam perwartaan. “Kalau ada pihak lain (umat, masyarakat.red) yang hadir kenapa tidak!” kata Romo Suyamta menegaskan. (OMK)