Ekaristi Penerimaan Sakramen Penguatan: Menjadi Katolik Penuh dengan Pengurapan Minyak Krisma

Paroki Sragen (LENTERA) – Sakramen Penguatan adalah sakramen yang melengkapi Baptis, di dalamnya karunia Roh Kudus dilimpahkan pada umat beriman sehingga berani memutuskan untuk hidup sebagai anak Allah dan memohon bimbingan Roh Allah yang dilambangkan dengan penumpangan tangan dan pengurapan minyak .

Sebanyak 146 orang menerima Sakramen Penguatan yang diterimakan Mgr. Robertus Rubiyatmoko, Uskup Agung Keuskupan Agung Semarang, di Gereja Katolik Santa Perawan Maria di Fatima Sragen, Minggu (22/10). Dalam Perayaan Ekaristi tersebut, Bapa Uskup didampingi oleh Romo Paroki Sragen, Romo Medardus Sapta Margana, Pr dan Rm. Laurentius Andika Bhayangkara, Pr .

Para penerima sakramen Penguatan ini telah dipersiapkan selama 5 bulan, yaitu meliputi pelajaran persiapan, mengikuti rekoleksi dan Triduum, dan Sakramen Rekonsiliasi.

Dalam homilinya, Bapa Uskup menekankan bahwa baptis yang diterima oleh anggota gereja menjadi penuh ketika menerima Sakramen Penguatan. Seorang Katolik yang menjadi anggota gereja secara penuh mempunyai hak dan kewajiban yang penuh pula seperti menjadi wali baptis, menjadi Wali Sakramen Penguatan, menjadi Saksi Pernikahan, masuk Seminari maupun Novisiat, dan ditahbiskan.

“Dengan menerima Sakramen Penguatan, kita menjadi orang Katolik yang sejati, menjadi orang Katolik yang benar, terlibat lebih banyak dalam hidup menggereja dan bermasyarakat … Orang Katolik sejati mesti mengamalkan iman, mengupayakan wujud kasih yang konkret dalam keseharian, selalu hidup dalam pengharapan hidup yang kekal, dengan cara tersebut kita membangun peradaban kasih,” pesan Bapa Uskup Rubiyatmoko kepada umat. (dn)