Peresmian Taman Doa Ngrawoh: Oase Kehidupan di Paroki Sragen

Ngrawoh (LENTERA) – Ekaristi syukur pemberkatan dan peresmian Taman Doa Santa Perawan Maria di Fatima, Ngrawoh, Sragen dilaksanakan Minggu (22/10). Ekaristi dipimpin oleh Uskup Agung Semarang Mgr Robertus Rubiyatmoko didampingi Romo Medardus Sapta Margana, Pr dan Romo Petrus Soeprijanto, Pr, pukul 08.00. Tema yang direnungkan di dalam Ekaristi ini adalah “Makna Penampakan Maria Menyemangati Kita untuk Menghayati Iman dan Kasih yang Nyata di Tengah Dunia “.

Dalam homilinya, Mgr Rubi menceritakan pada jaman dahulu Lingkungan Ngrawoh dikenal sebagai daerah yang panas, tandus, dan gersang, namun sekarang berubah total. “Sekarang menjadi tempat yang indah sekali dan nyaman utk berdoa,” kata Bapak Uskup

Mgr Rubi berpesan bahwa Taman Doa Ngrawoh menjadi oase iman bagi umat Katolik dan masyarakat sekitar. Bapa Uskup mengatakan bahwa peran Bunda Maria adalah pengantara, baik itu doa, permohonan, kepada Allah Bapa.

Seusai perayaan Ekaristi, dilaksanakan peresmian Taman Doa Ngrawoh oleh Bupati Sragen, dr. Hj. Kusdinar Untung Yuni Sukowati, dan juga Mgr. Robertus Rubiyatmoko. Turut hadir juga jajaran Forkominda (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah) Kabupaten Sragen dan Kecamatan Gesi, FKUB Kab. Sragen, Tokoh Agama, Tokoh umat, dan masyarakat sekitar.

Dalam pidato sambutannya Bupati Sragen berpesan bahwa Taman Doa Ngrawoh ini bukan hanya menjadi milik umat Katolik di Sragen saja tetapi juga menjadi milik warga masyarakat Sragen, sehingga keamanan, kenyamanan dan ketertibannya menjadi tanggung jawab bersama. Bupati Sragen juga berjanji untuk segera menyelesaikan infrastruktur jalan menuju Taman Doa Ngrawoh, agar peziarah dapat semakin nyaman.

Sementara Mgr. Robertus Rubiyatmoko dalam sambutannya mengatakan bahwa Taman Doa Ngrawoh bukan tempat yang eksklusif, karena banyak orang datang. “Mereka datang untuk bertemu Tuhan, dan melalui tangan orang banyak taman ini menjadi berkah bagi banyak orang pula,” kata Mgr Rubi memberikan kesan. (Jumali)