Kolasi Kevikepan Surakarta: Orang Muda Harus Diberi Ruang Kreasi

Paroki Wedi (LENTERA) – Kolasi atau pertemuan para Romo Paroki, Dewan Paroki bersama dengan perwakilan Orang Muda Katolik Se-Kevikepan Surakarta dilaksanakan di Balai Mandala Gereja Santa Perawan Maria Bunda Kristus Wedi, Klaten, Rabu (15/11). Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 tersebut, dibuka oleh Romo Antonius Budi Wihandono, Pr, Vikaris Episkopal Surakarta. Kegiatan Kolasi tersebut juga membahas tentang kongres OMK se-Keuskupan Agung Semarang.

Romo Romualdus Subyantara Putra Perdana,Pr, Romo Komisi Kepemudaan Kevikepan Surakarta bersama dengan sukarelawan Asian Youth Day (AYD) 2017, menceritakan dan merefleksikan pengalaman mengikuti AYD. Dalam penjelasan lebih lanjut, Romo Suby mengatakan bahwa OMK merupakan generasi milenial yang menghadapi beraneka persoalan dan tantangan dalam menghayati iman Katolik di era globalisasi, dan masalah yang sering timbul adalah adanya rasa kurang percaya diri karena tidak adanya dukungan.

Dalam pertemuan tersebut, perwakilan OMK menyampaikan keprihatinan orang muda yaitu adanya budaya instan, serba praktis, dan terlalu menghamba pada internet sehingga melupakan Tuhan. Orang muda ingin dirangkul, didengarkan, diperhatikan, didampingi oleh pendamping melalui keteladanan, dan yang paling penting yaitu diberi ruang untuk mengembangkan Gereja.

“OMK harus diberi kesempatan untuk mengembangkan potensi mereka untuk mewujudkan mimpi mereka dengan tetap berakar pada iman akan Yesus Kristus. Mereka harus dituntun untuk membangun komunitas dan paguyuban yang menjadi sarana memperteguh iman. Program kegiatan yang dirancangpun sebisa mungkin mempertahankan nilai ‘suka cita’ sebagai ciri hidup orang muda,” ujar Romo Suby. Kolasi ditutup dengan usulan kandidat Romo Vikep Surakarta yang baru. (YSN)