Rekoleksi Program Visioner : Kitab Suci Sumber Inspirasi Pelayanan dan Karya Dalam Hidup

Tawangmangu (LENTERA) – Anggota Tim Kerja Bidang I dan II Dewan Paroki Santa Perawan Maria di Fatima Sragen mengadakan Rekoleksi Program Visioner di Wisma Kartini Tawangmangu, Sabtu-Minggu (4-5/11). Penyelenggara kegiatan rekoleksi yaitu Paguyuban Pencinta Kitab Suci.

Bapak Yustinus Winarno, dalam sambutannya, menjelaskan latar belakang diadakannya kegiatan tersebut. Dalam penjelasan lebih lanjut, Bapak Yus mendorong peserta rekoleksi untuk menghayati dan melaksanakan sabda Allah dengan keterlibatan di dalam tugas perutusan.

Dalam sesi pertama, Bapak Petrus Widodo menjelaskan renungan yang berisi tentang bagaiman melayani dengan tulus hati. Ada tiga poin penting yang disampaikan yaitu bagaimana menyiapkan, mengurus, mengendalikan sekaligus melaksanakan dengan sungguh-sungguh. Dalam penjelasan lebih lanjut, Bapak Petrus Widodo menjelaskan tentang lima pelayanan gereja yaitu koinonia (persekutuan), diakonia (pelayanan), kerygma (pewartaan), liturgia (Liturgi-perayaan iman, martyria (Kemartiran-kesaksian iman)

Pada sesi kedua, Romo Medardus Sapta Margana,Pr, menjelaskan spiritualitas pelayanan Yesus Kristus. Romo Sapta menerangkan bahwa Yesus adalah Musa yang baru. Romo Sapta mengatakan, “Yesus menggunakan pola-pola pewartaan keselamatan yang diterapkan pada jaman Musa, misalnya, untuk menarik perhatian dan kekaguman orang yaitu dengan mukzijat, baru kemudian dituntuk ke arah percaya, dan di dorong ke arah keselamatan. Spiritualitas pelayanan antara Yesus dengan Nabi Musa memang masing-masing berbeda dalam praktik”

Bapak Petrus Widodo, mengajak agar umat Katolik punya sikap yang inklusi pemeluk agama lain, dan tidak memberi cap negatif pada kelompok tertentu. Pak Petrus mengajak Kyai Slamet Al Barki, pengasuh Pondok Pesantren Al Musaini Gemolong, Sragen, untuk datang di Wisma Kartini. Bapak Slamet mengatakan hal yang meneguhkan, “Sama-sama umat Tuhan meski dengan jalan berbeda kita harusnya mencari kesamaan bukan perbedaan dalam hidup beriman!” ( Andreas).