Berbagi Pengalaman Iman sebagai Prodiakon

Ngrawoh (LENTERA) – Sebanyak 64 orang Prodiakon St. Maria Tak Bercela Paroki Kumetiran, Yogyakarta melakukan kegiatan Ziarah dan Anjang sana dengan Prodiakon Paroki Santa Perawan Maria di Fatima Sragen di Taman Doa Ngrawoh Sragen, Jumat (1/12).

Pertemuan tersebut dibuka oleh Bapak Ignasius Marsono dengan menyampaikan sambutan selamat datang kepada tamu yang hadir bahwa Taman Doa Ngrawoh. Bapak Marsono mengatakan bahwa Taman doa Ngrawoh adalah adalah tempat inklusif dan terbuka untuk siapa saja.

Pada sesi pertama, Bapak Agustinus Subarjo memutar film peresmian Taman Doa Ngrawoh dan menceritakan sejarah dibangunnya Taman Doa Ngrawoh kepada prodiakon yang hadir.

Dalam sesi tukar pengalaman iman, Bapak Dionisius Sudaljo mengatakan bahwa prodiakon adalah manusia biasa yang mungkin dapat merasakan bosan dengan rutinitas yang dilakukan. Untuk mengembalikan semangat pelayanan tersebut, kegiatan ziarah dan anjang sana, tukar pengalaman pengalaman sangat dibutuhkan.

Ketua Tim Kerja Prodiakon dari Paroki Kumetiran, Bapak Siyamto, mengatakan bahwa umat di Paroki Kumetiran sebagian besar menolak untuk diangkat menjadi prodiakon, dan hal tersebut merupakan masalah yang sama di berbagai tempat. “Puji Tuhan, Sekarang ada 119 personal prodiakon. Kehadiran dalam setiap pertemuan biasanya mencapai 70 persen. Pembinaan APP, BKS dan Adven bagi prodiakon pasti dilakukan,” kata Bapak Siyamto memberi kesaksian.

Bapak Giarso, Tim Kerja Prodiakon Paroki Kumetiran, memberikan hadiah kenang-kenangan buku ibadat yang merupakan hasil kerja keras tim kerja prodiakon Paroki Kumetiran. (Andreas)