Anak Jaman Sekarang

“Kid jaman now” (anak jaman sekarang. Red) menjadi istilah yang digunakan untuk merumuskan suatu keprihatinan yang timbul karena perilaku anak-anak jaman sekarang yang mempunyai perilaku sangat bertolak belakang dengan nilai-nilai kehidupan. Sebagai suatu contoh, perilaku menggunakan media sosial yang tidak dapat dikontrol: misalnya, masih anak-anak sudah sangat tergantung media sosial, mudahnya mengunggah foto ke dunia maya, dari foto narsis mereka sampai foto ‘yang tidak pantas’ untuk ditampilkan di media sosial.

Selain itu, karena perkembangan teknologi yang sangat pesat, dan tidak didukung dengan filter moral yang kuat di dalam keluarga, membuat anak-anak menjadi sangat tergantung dengan gadged (gawai) mereka. Karena terlalu asik dalam menggunakan telepon seluler sehingga lupa pada tanggungjawabnya sebagai pelajar, sebagai anak, sebagai anggota masyarakat. Kid jaman now juga menggambarkan bagaimana suatu anak-anak jaman sekarang telah terjangkit virus hedonisme, yang menganggap kesenangan sebagai suatu tujuan hidup.

Kalau virus-virus negatif kid jaman now itu itu mulai masuk ke dalam pikiran anak-anak kita bagaimana? Pertanyaan lanjutannya, apakah virus itu sudah masuk ke dalam pikiran anak-anak kita? Kalau sudah, kita harus segera memberikan anti virus kepada anak-anak kita!

Virus-virus dunia modern seperti hedonisme, kosumerisme, narsisme menghambat kita menanamkan nilai-nilai yang diajarkan oleh Yesus tentang kesederhanaan. Lebih dari itu, Yesus yang lahir di kandang ingin mengajarkan kita bagaimana Yesus yang adalah Anak Allah mau merasakan menjadi manusia. Yesus ingin ikut serta dalam kehidupan kita sebagai manusia yang merasakan sakit, merasa lapar dan haus. Namun, bukan hanya itu saja, dengan menjadi manusia Yesus ingin menyelamatkan manusia dengan menebus dosa manusia sehingga manusia tidak menjadi hamba dosa.

Semoga kisah Yesus yang lahir di kandang domba bukan hanya menjadi dongeng lalu penghantar tidur, tetapi semakin menyadarkan kita, anak kita untuk melihat betapa besar kasih Allah kepada manusia. Selamat merayakan Kelahiran Kristus di hati kita.

Redaksi Lentera