Novena 9 Ngrawoh: Meneladan Kepekaan Bunda Maria terhadap Rencana Allah

Ngrawoh (LENTERA) – Perayaan Ekaristi Novena ke-9 di Taman Doa Ngrawoh yang dilaksanakan pada Kamis, Malam Jumat Wage (14/12), mengangkat tema “Meneladan Maria dalam Mengarahkan Diri terhadap Rahmat Kasih Allah”. Perayaan Ekaristi tersebut dipimipin oleh Romo Laurentinus Andika Bhayangkara, Pr. Petugas paduan suara dan Liturgi Novena yang memasuki tahun ke 7 tersebut yaitu umat Wilayah Andreas.

Dalam homilinya, Romo Andika mengajak umat untuk merenungkan perjalanan hidup bangsa Israel yang tidak mengikuti perintah Tuhan sehingga selalu ditimpa malapetaka hingga akhirnya dibuang ke Babilonia. Ketidakpekaan Bangsa Israel terhadap rencana Allah, juga terjadi ketika Yesus tampil di muka umum. Bangsa Israel menganggap Yesus sebagai pelahap dan menganggap Yohanes sebagai orang yang kerasukan setan.

Romo Andika mengajak umat yang hadir untuk meneladan Bunda Maria yang peka terhadap kehendak Tuhan. Bunda Maria adalah wanita biasa tetapi istimewa. Keistimewaannya Bunda Maria yaitu ketaatannya pada sabda Allah dengan memberikan dirinya untuk menjadi sarana rahmat Allah. Keistimewaan Maria lainnya adalah diungkapkan dalam Kidung Magnificat di mana malaikat memberikan salam kepada Maria.

“Maria yang taat dengan mau bekerjasama dengan rencana Allah secara sempurna yaitu menerima sabda Allah lewat malaikat ke dalam hatinya dan menerima sabda ke dalam tubuhnya. Maria adalah wanita yang teguh dalam pendiriannya dan setia mendampingi Yesus sampai di bawah salib ketika Yesus menyerahkan Yohanes, yang merupakan simbol Gereja, kepada Maria sehingga kita mengakui bahwa maria adalah bunda Gereja,” kata Romo Andika menutup homilinya.

Setelah perayaan Ekaristi selesai, umat mengarak Sakramen Maha Kudus menuju ke Kapel Adorasi untuk melakukan adorasi penghormatan terhadapt Sakramen Maha Kudus. Adorasi tersebut dilaksanakan hingga pukul 24.00 oleh umat lingkungan di Paroki Sragen. (Ydw)