Hari Anak Misioner 2018: Anak-Remaja Ceria dan Semangat Menjaga Ke-Bhinnekaan

Mertoyudan, Magelang (LENTERA) – Memperingati Hari Anak Misioner, Keuskupan Agung Semarang mengadakan Temu Anak-Remaja se-Keuskupan Agung Semarang di Seminari Menengah Santo Petrus Kanisius Mertoyudan. Sebanyak 146 orang perwakilan dari Paroki Sragen, yang terdiri dari anak-remaja dan pendamping, berangkat menuju Magelang, menggunakan bus dan kendara pribadi, Minggu (7/01).

Pada pukul 10.00, di Seminari Mertoyudan, Rombongan bergabung dengan kelompok PIAR lainnya untuk mengikuti kegiatan yang dilakukan yang dilakukan secara berkelompok. Kegiatan yang dilakukan di dalam stan yang diasuh oleh biarawan-biarawati dari berbagai tarekat hidup bakti dengan tujuan mengenalkan anak-anak pada panggilan menjadi biarawan-biarawati. Kenang-kenangan berupa gantungan kunci, stiker yang diberikan kepada anak-anak dengan tujuan yaitu agar anak-anak menjadi tertarik dengan pilihan hidup bakti menjadi imam, biarawan-biarawati dan pada saat dewasa anak-anak tersebut berani menanggapi pangilan Tuhan.

Bapa Uskup Mgr. Robertus Rubiyatmoko mengajak anak-anak, remaja untuk selalu ceria dan bersemangat dalam mewartakan Injil. Bapa Uskup juga berpesan agar anak-remaja selalu menjaga ke-Bhinneka Tunggal Ika-an dengan menjaga persatuan dan kesatuan, dan berusaha untuk tidak terpengaruh dengan isu-isu yang memecah belah persatuan dan kesatuan.

Pada pertemuan anak-remaja se-Keuskupan Agung Semarang tersebut, kurang lebih 10 ribu orang anak-remaja dan pendamping memadati tiap sudut Seminari Mertoyudan. Pada pukul 16.00, peserta meninggalkan Seminari Mertoyudan kembali ke paroki masing-masing dengan semangat baru. (temapiar)