Pembukaan Novena Ngrawoh 2018: Bersimpati kepada Orang yang Ringkih

Ngrawoh (LENTERA) – Semangat umat Paroki Sragen tidak luntur karena hujan yang melanda, hal ini terbukti dengan kehadiran umat di Taman Doa Santa Perawan Maria di Fatima, Ngrawoh. “Terpanggil Menjadi Murid untuk Terlibat Dalam Penderitaan dan Duka Dunia” menjadi tema permenungan dalam Novena pertama di Taman Doa Ngrawoh, Kamis (18/01). Petugas liturgi dan paduan suara Perayaan Ekaristi Novena Ngrawoh “Malam Jumat Wage” tersebut yaitu umat Wilayah Santo Paulus. Romo Sapta Margana, Pr, memimpin Perayaan Ekaristi yang dilaksanakan di Kapel. St. Yusuf-St. Maria, Taman Doa Ngrawoh Sragen.

Dalam homilinya, Romo Sapta mengingatkan umat Paroki Sragen untuk menyediakan waktu di dalam doa dengan intensi kesatuan gereja di dalam pekan doa sedunia, dengan harapan agar gereja-gereja tidak terpecah-pecah terus.
Romo bertanya tentang apa padanan kata “terlibat” kepada umat yang hadir. Umat menjawab dengan aneka macam jawaban antara lain yaitu “ikut berperan, berpartisipasi”. Romo mengatakan bahwa terlibat itu mau bersimpati terhadap kondisi yang dialami oleh dunia. Simpati itu ditujukan kepada orang yang hidupnya kurang bagus, atau orang yang ringkih.

Romo menjelaskan tentang kitab Samuel (1Sam34:3-21) yang mengangkat kisah Daud dan Saul. Dalam penjelasannya Romo Sapta mengatakan bahwa Saul adalah orang yang harus dikasihani karena dalam statusnya sebagai seorang raja, Saul tidak menunjukan kualitasnya sebagai seorang pemimpin. “…Inilah tugas kita untuk menegur pemimpin, atau orang yang tidak sesuai antara peran dan tindakannya,” kata Romo Sapta memberikan pesan.

Setelah Perayaan Ekaristi usai, umat melanjutkan dengan adorasi di Kapel Adorasi Santo Aloysius, Taman Doa Ngrawoh, Sragen. (Widyanarko,Y)