Klaten Srawung: “Sajak Lampiran”

Klaten (LENTERA) – Orang Muda Katolik Rayon Klaten, mengadakan Pre-event Srawung dengan Tema: “Sajak Lampiran: Srawung Sejak Dalam Pikiran”, Minggu (30/09). Acara tersebut dilaksanakan di Lapangan Samben Gunting, Wonosari, Klaten. Kegiatan yang dimulai pada pukul 15.00, dihadiri oleh peserta yang terdiri dari OMK se Kevikepan Surakarta, pemuda Karang Taruna, dan berbagai kalangan masyarakat lintas agama di Kabupaten Klaten.

Acara dimeriahkan oleh Musik Kontemporer Delanggu, Maria Assumpta Dangdut Crew (MADC), Hadroh Pondok Pesantren AL-Barokah, Kompa GKJ Karangdowo, kelompok musik Pemuda Harapan Pemudi (PHP). Tidak hanya tampilan kesenian saja yang ditampilkan, Pre-event Srawung juga diisi dengan diskusi yang dilaksanakan di dalam kelompok-kelompok kecil yang terdiri pelbagai agama dan kepercayaan yang hadir dalam acara tersebut

Dalam diskusi tersebut, peserta membahas tentang pubbing. Phubbing adalah sebuah istilah yang menggambarkan perilaku manusia yang yang acuh tak acuk di dalam sebuah lingkungan di sekitar dan hanya berfokus pada gawai (telepon pintar, tablet) daripada membangun sebuah relasi dengan orang yang sedang berada disekitarnya.

Fenomena phubbing bisa terjadi pada siapa saja, misalnya saat dua orang atau lebih dalam sebuah kehidupan bersama, namun mereka saling sibuk dengan telepon genggamnya masing-masing. Perilaku tersebut sangat berdampak pada kehidupan sosial bermasyarakat terutama menghambat proses srawung dengan lingkungan sekitar.

Di akhir acara para peserta menyalakan lilin dan mendeklarasikan Deklarasi Kayu Jati yang berisi tentang mengutamakan persaudaraan sejati, demi terciptanya Klaten yang guyub dan rukun, akan selalu menghormati saudara-saudari kami lintas iman, dengan menjunjung tinggi Bhineka Tunggal Ika dan selalu gotong royong, tolong menolong tanpa memandang siapapun. (OMK)