Tuhan Yesus Hikmat Bagi Kita

Manusia tidak bisa hidup tanpa campur tangan Tuhan, meskipun manusia memiliki semuanya namun Tuhan yang telah menyelenggarakannya. Seorang dikatakan memiliki “Hikmat” artinya bahwa hidupnya penuh dengan hal-hal baik sebagaimana Tuhan yang penuh kebaikan. Untuk memiliki hikmat ibarat seorang yang berjalan pada jalan yang sempit, jalan yang tidak mudah. Perlu perjuangan untuk sampai pada hidup yang berhikmat. Hal ini tampak berlawanan dengan semangat orang zaman ini yang maunya mencari enak dan mudah. Untuk melalui jalan Tuhan, memang tidak mudah. Jalan menuju kepada Tuhan membutuhkan dan menuntut kedisiplinan dan ketekunan, serta bertahan dalam arah pandangan kepada Tuhan sambil terus memohon bantuan dan kekuatan-Nya.

.
Kita akan belajar dari sebuah kisah tentang dua wanita memperebutkan seorang bayi. Keduanya tinggal serumah, dan keduanya melahirkan seorang putra, hanya selisih beberapa hari. Salah satu bayi meninggal, dan sekarang, masing-masing mengaku sebagai ibu dari bayi yang masih hidup. Tidak ada saksi lain dalam peristiwa itu. Tampaknya, kasus tersebut sudah diperiksa di pengadilan yang lebih rendah tetapi tidak terselesaikan. Akhirnya, perbantahan tersebut dibawa ke hadapan Salomo, raja Israel. Sanggupkah ia menyingkapkan kebenaran?

.
Setelah beberapa waktu mendengarkan perbantahan mereka, Salomo meminta sebuah pedang. Kemudian, dengan raut muka bersungguh-sungguh, ia memerintahkan agar anak itu dibelah, dan masing-masing wanita mendapat setengah bagian. Seketika itu juga, ibu yang asli memohon kepada sang raja untuk memberikan bayi itu —anaknya yang tersayang— kepada wanita lainnya. Tetapi, wanita lainnya itu tetap berkeras agar anak tersebut dibelah. Kini, Salomo tahu yang sebenarnya. Ia mempunyai pengetahuan tentang keibaan hati yang lembut seorang ibu terhadap anak kandungnya, dan ia menggunakan pengetahuan tersebut untuk membereskan perbantahan itu. Bayangkan betapa leganya sang ibu ketika Salomo menyerahkan sang bayi kepadanya dan berkata, “Dialah ibunya!” (1 Raja 3:16-27)

.
Hikmat yang luar biasa, bukan? Sewaktu orang-orang mendengar bagaimana Salomo menyelesaikan kasus tersebut, mereka sangat kagum, ”sebab mereka melihat bahwa hikmat Allah ada dalam dirinya”. Hikmat Salomo adalah pemberian Allah. Dalam doanya raja Salomo memohon hikmat (1 Raj 3:9), ia tidak meminta umur panjang, atau kekayaan atau nyawa musuh, melainkan pengertian untuk memutuskan hukum. Tuhan mengabulkan apa yang menjadi doa Salomo, memberinya hati yang penuh hikmat dan pengertian (1 Raj 3: 12).

.
Orang yang percaya kepada Allah yang akan memperoleh hikmat Allah. Selama dia bersama Tuhan, Tuhan menjadi sumber segala berkat. Hal ini dapat kita peroleh bila memiliki relasi pribadi dengan Tuhan yaitu dalam doa. Tinggallah di dalam Aku dan Aku dalam kamu (Yoh 15: 4). Akulah pokok anggur dan kamu ranting-rantingnya. Barang siapa tinggal dalam Aku Aku di dalam dia, ia berbuah banyak (Yoh 15: 5).

.
Dari pengalaman raja Salomo kita dapat belajar untuk selalu bersyukur atas berkat hikmat Tuhan dalam hidup kita. Tuhan Yesus hikmat bagi manusia sangat nyata terlihat di dalam kisah kehidupan Salomo dan bahkan dalam hidup kita saat ini. Hikmat Allah itu selalu menyertai kita dan menuntun langkah kita terutama pada masa menantikan Yesus Juru Selamat. Manusia yang hadir di dunia adalah citra dan gambar Allah, maka selayaknya kita membawa hikmat Allah dalam kehidupan sehari-hari. Tuhan Yesus menjadi inspirasi dan pola hidup kita. Jangan sombong karena semua hikmat Tuhan ini bukan karena jasa manusia tetapi melulu kemurahan Tuhan. Mungkin kita seringkali tidak menyadari bahwa hidup kita ini penuh hikmat dari Tuhan. Kita terlalu fokus akan apa yang kita lihat dan alami, kita lupa untuk tetap minta hikmat kepada Tuhan agar kita diberikan kebijaksanaan.

.
Mari kita bersyukur atas rahmat-Nya yang setiap hari kita terima marilah kita wujudkan dengan hidup jujur, suka damai, belas kasih, membawa kabar baik dan tidak membedakan. Jangan hanya berhenti pada diri sendiri tetapi mari membuka diri akan kepentingan orang lain, maka hidup kita semakin diperkaya oleh hikmat. Tuhan Yesus hikmat bagi kita, maka pesan untuk kita, jagalah hikmat Tuhan dengan rajin membaca sabda Tuhan dan pelaksana sabda. Berkah Dalem Gusti.

Sr. M. Kamila, SFS