Prodiakon Membangun Spritualitas Pelayanan

Tawangmangu (LENTERA) –Prodiakon memegang peranan penting dalam karya pelayanan umat terutama dalam pelayanan umat di paroki maupun di lingkungan. Sedemikian pentingnya peran prodiakon dalam kehidupan peribadatan tersebut di dalam liturgi peribadatan tersebut, perlu adanya suatu kegiatan yang menambah pemahaman prodiakon.

Kegiatan pembekalan Prodiakon Paroki Santa Perawan Maria di Fatima Sragen masa bakti tahun 2019-2021 dilaksanakan di Rumah Retret Santa Maria Tawangmangu. Kegiatan tersebut dibagi menjadi dua gelombang keberangkatan agar karya pelayanan tidak terganggu. Gelombang pertama Sabtu Minggu 30-31 Maret, gelombang kedua pada Sabtu-Minggu, 06-07 April. Kegiatan pembekalan Prodiakon yang berlindung pada Santo Stefanus tersebutdiikuti oleh 75 orang peserta.

Pembekalan yang mengambil tema:“Dengan Semangat Baru Membangun Spiritualtas Prodiakon, dalam Liturgi Peribadatan dan Pelayanan” ini menghadirkan 2 narasumber yakni Romo Markus Widiyoko Pr dan Romo FX. Sugiyana Pr.

Romo Widi dan Romo Sugiyana menyampaikan materi tentang hakekat prodiakon adalah kaum awam yang telah dipilih oleh Allah melalui Gereja untuk membantu pelayanan penerimaan komuni, peribadatan, dan pewartaan dengan masa bakti tiga tahun. Prodiakon merupakan barisan terdepan dalam Liturgi.Romo menegaskan bahwa semangat yang harus terus dipupuk dan dikembangkan sebagai seorang Prodiakon adalah semangat pelayanan dalam kasih, rendah hati, memiliki kreativitas, mempunyai semangat ingin terus belajar dan berproses dalam meningkatkan kualitas diri. Romo mengingatkan bahwa menjadi prodiakon harus dapat menjadi teladan dalam masyarakat, terutama menghadirkan Kristus dengan mengambarkan kabar sukacita.

Pada sesi kedua, narasumber menjelaskan tentang tugas-tugas prodiakon secara rinci. Dalam sesi tanya jawab, anggota prodiakon terlihat sangat antusias memberikan pertanyaan. (VSR)