Novena 4 Ngrawoh: Tanda Keutamaan Orang Beriman adalah Mengucap Syukur

Ngrawoh (LENTERA) – “Umat Allah Keuskupan Agung Semarang Terlibat dalam Pemenuhan Pangan Demi Membangun Kesejahteraan Umum dalam Masyarakat Multikultural” menjadi tema Misa Kudus Novena IV putaran 9 yang diselenggarakan di Taman Doa Ngrawoh Sragen, Kamis (23/05). Perayaan Ekaristi pada kesempatan tersebut dipimpin oleh Romo Robertus Budiharyana, Pr , Vikaris Episkopal Surakarta. Umat wilayah Tangen menjadi petugas liturgi perayaan Ekaristi tersebut dengan dibantu oleh paduan suara Santa Odilia, Kebakkramat.

“Memberi adalah perwujudan dari iman yang merupakan tanda kasih Allah kepada kita,” demikian diungkapkan Romo Budiharyana yang mengutip kisah dalam Kitab Suci di mana Yesus memberi makan lima ribu orang dengan menggandakan 5 roti dan 2 yang dibawa oleh seorang anak hingga bisa cukup untuk kurang lebih 5000 orang bahkan hingga sisa.

Romo Budiharyana menjelaskan bahwa kisah Yesus membagi roti merupakan tindakan simbolis dan merupakan ajakan agar orang mau terlibat dan berbagi dalam pemenuhan pangan. “Mau berbagi dan terlibat tidak perlu menunggu berkelimpahan dan berkecukupan, tapi ketika kita mau memberi dari yang kita miliki itu akan menjadi berkat!” kata Romo Budiharyana.

Dalam penutup homili, Romo Budiharyana mengajak umat belajar dari mukjizat lima roti dan dua ikan. Pesan mendasar dari kisah yaitu tanda keutamaan orang beriman bagaimana ungkapan syukur.Ketika orang dapat bersyukur itu merupakan tanda berkecukupan. Ungkapan syukur menjadi milik orang yang berkelimpahan karena mengalami rahmat Allah.

Usai Misa, dilakukan perarakan Sakramen Mahakudus dari Gereja Berjuang menuju Kapel Adorasi. Umat diberikan waktu untuk ber-Adorasi sampai pukul 24.00 di Kapel Adorasi Taman Doa Ngrawoh. (dn)