Kunjungan Promosi Panggilan

Magelang-Muntilan (LENTERA) – Panggilan hidup khusus menjadi Romo, Biarawan-biarawati harus dikenalkan kepada anak remaja sedari dini.Pengenalan terhadap panggilan hidup khusus itu akan semakin menyuburkan benih-benih panggilan hidup membiara. Panggilan hidup bakti menjadi imam, biarawan-biarawati merupakan suatu kekhasan dari Katolik yang harus senantiasa didukung dengan doa dan juga pemberian diri untuk menanggapi panggilan tersebut.

Dalam upaya untuk mengenalkan panggilan bakti tersebut, Timker Promosi Panggilan mengadakan kegiatan promosi panggilan dengan mengadakan kunjungan ke Seminari Menegah Mertoyudan, Bruderan FIc, Susteran OSF, dan Museum Misi Muntilan, Minggu (11/8). Kegiatan kunjungan promosi panggilan ini diikuti oleh 139 orang anak usia SMP yang merupakan calon penerima Sakramen Penguatan.

Dalam kunjungannya di Seminari Mertoyudan, Magelang, peserta mengadakan kegiatan sarasehan di gedung aula seminari, dan mengadakan kegiatan tanya jawab dengan seminaris.Terjadi tanya jawab yang menggembirakan antara peserta dengan seminaris. Mereka juga dikenalkan rutinitas harian para seminari yang sedang menempuh pendidikan sebagai calon imam.

Di Bruderan FIC, Susteran OSF, para calon sambut Sakramen Penguatan juga melihat dan mempelajari kehidupan harian para Bruder dan Suster. Mereka melihat belajar bagaimana menghidupi kaul kemurnian, ketaatan, dan kemiskinan. Di Museum Misi Muntilan, anak-remaja ini belajar bagaimana sejarah perkembangan Iman Katolik Keuskupan Agung semarang. Mereka belajar dari para tokoh-tokoh inspiratif yang memberikan segenap jiwa raganya untuk perkembangan Iman Katolik.

Kegiatan promosi panggilan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan benih panggilan, sehingga semakin banyak anak-remaja yang memberikan dirinya untuk memilih cara hidup khusus menjadi imam, bruder, dan suster.