Wanita Katolik Merawat NKRI dan Kebhinnekaan

Paroki Sragen (LENTERA) – Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Cabang Sragen menutup rangkaian acara HUT WKRI ke-94 dengan Seminar yang mengangkat tema “Menegakkan kehidupan bermusyawarah yang bermartabat dalam rangka merawat NKRI dan Kebhinnekaan”, di Gedung Rosa De Bie RS Mardi Lestari Sragen, Minggu (04/08). Kegiatan tersebut dihadiri 85 orang, terdiri dari anggota WKRI, perwakilan Gabungan Organisasi Wanita.

Heru Martono, dari Kesbangpol Linmas Kabupaten Sragen, dan Nunung Purwanti, DPD WKRI Jawa Tengah, menjadi narasumber seminar tersebut. Pada pukul 09.00, kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Hymne WKRI, dan dibukan oleh Andreas Kosasih, M.Pd, Ketua Bidang V Dewan Pastoral Paroki Sragen

Heru Martono mengajak peserta untuk merawat NKRI dan kebhinnekaan dengan tidak membeda-bedakan perlakuan berdasarkan suku, ras, agama dll. “Keberagaman harus dipandang sebagai kekayaan bukan pemisah, toleransi diperkuat, gotong-royong serta menghargai hak-hak orang lain. Mengedepankan musyawarah bermartabat harus dilestarikan. Musyawarah merupakan kegiatan berembuk untuk menemukan solusi masalah, sehingga bisa mencegah timbulnya konflik,” kata Heru Martono kepada peserta seminar.

Nunung Purwanti menyampaikan tentang profil WKRI yang merupakan organisasi kemasyarakatan berabadan hukum yang disahkan oleh Menteri. Pimpinan dan Kantor Pusat Wanita Katolik RI berkedudukan di Pusat Pemerintahan Negara Kesatuan Rapublik Indonesia. Nunung Purwanti mengingatkan kembali tentang Visi dan misi WKRI serta hak dan kewajiban anggota kepada perserta.

Wanita Katolik RI tidak bernaung di bawah pengaruh dan (atau) berpihak pada suatu kelompok atau partai politik manapun. Pengelolaan organisasi dan pendanaan yang mendukung perwujudan visi-misi organisasi diupayakan, dilaksanakan oleh seluruh jajaran organisasi dan dipertanggungjawabkan sesuai AD-ART. Rangkaian kegiatan HUT ke-94 WKRI, ditutup dengan Perayaan Ekaristi Syukur yang dipimpin oleh Romo Medardus Sapta Margana, Pr. (WKRI)