Novena VIII Ngrawoh: Srawung Berelasi Dengan Masyarakat

Ngrawoh (LENTERA) – Srawung adalah berelasi dan berkomunikasi dengan orang lain. Srawung di negeri ini tidak mudah karena dengan kondisi masyarakat yang majemuk, lebih-lebih bila beda gama. Dibutuhkan rahmat khusus dan niat baik. Bila ada penolakan tidak perlu putus asa. Srawung yang paling penting adalah kehadiran dalam masyarakat. Misal jika ada bencana, kita hadir saling membantu dan saling menolong satu sama lain. Dalam srawung di masyarakat, kita berdoa agar niat baik kita mewujudkan cita-cita Keuskupan Agung Semarang hadir di tengah-tengah masyarakat benar-benar terwujud

Demikian diungkapkan Rm. Robertus Hardiyanta, Pr dalam Misa Novena ke-8, Putaran 6, Kamis (10/10) di Taman Doa Ngrawoh Sragen yang mengambil tema “ Umat Allah Keuskupan Agung Semarang terlibat dalam Tata Komunikasi / Hidup Sosial demi membangun kesejahteraan umum dalam masyarakat multikultural.

Misa Novena di Taman Doa Ngrawoh kali ini sedikit semarak, karena umat yang hadir lumayan banyak memenuhi Kapel Santo Yusuf-Santa Maria, komplek Taman Doa Ngrawoh. Bahkan meluber sampai di luar Kapel. Petugas Liturgi yang bertugas adalah Wilayah Sidoharjo.

Usai Misa Novena, dilanjutkan perarakan Sakramen Mahakudus menuju Kapel Adorasi Santo Aloysius. Di tempat tersebut umat diberikan kesempatan untuk melaksanakan Adorasi sampai pukul 24.00.(Dn)