Rekoleksi Guru Tidak Tetap Se-Kevikepan Surakarta

Surakarta (LENTERA) – Tim Peduli Pendidikan Kevikepan Surakarta , Minggu (24/11) mengadakan Rekoleksi Guru Tidak Tetap se-Kevikepan Surakarta di Auditorium SMP Regina Pacis Surakarta yang dihadiri 305 orang yang merupakan para guru tidak tetap yang terdiri dari guru PAUD, TK, SD, SMP, SMA, dan SMK di Kevikepan Surakarta

Kegiatan dimulai pukul 08.30 WIB, para peserta disambut dengan lagu-lagu rohani oleh siswa-siswa SMP Regina Pacis Solo. Acara dibuka dengan doa pembukaan oleh Suster Ursulin dan dilanjutkan dengan Sambutan yang pertama dari Romo Heru selaku ketua Tim Komisi TPP (Tim Peduli Pendidikan) Kevikepan Surakarta dan Sambutan kedua oleh Romo Budi selaku Kevikepan Surakarta.

Tujuan kegiatan ini untuk memberikan semangat dan pengalaman baru kepada guru-guru tidak tetap agar selalu setia dalam panggilannya mewartakan Injil. Dalam penyelenggaraannya, selain peserta acara ini juga melibatkan adalah siswa siswi SMP Regina Pacis Surakarta

Narasumber Rekoleksi ini adalah Mgr. Robertus Rubiyatmoko (Uskup Agung Semarang). Pada kesempatan itu Bapa Uskup memberikan motivasi untuk para peserta melalui bacaan Injil Matius 28: 18-20 dan Markus 16:15-16. Dan menyampaikan bahwa pendidikan itu sangat penting bagi kehidupan seseorang. Semua orang Katolik dipanggil untuk mewartakan Injil, dengan memberikan pelayanan pendidikan. Seperti kesempatan untuk memberikan pelayananiman secara konkret, kesempatan untuk berbagi kebahagiaan sebagai orang beriman, serta kesempatan untuk berpartisipasi dalam menghadirkan kerajaan Allah di dunia.Spriritualitas seorang guru bisa diambil dari bacaan Kisah Para Rasul 2:41-47, Ada beberapa poin yang bisa diambil dalam bacaan tersebut yaitu poin yang pertama adalah berkumpul, bertekun, dan berkeliling.

Rekoleksi ini berjalan dengan lancar dan membuat para peserta semakin bersemangat untuk melayani dan mendidik siswa-siswi di unit masing-masing walaupun dalam keterbatasannya sesuai dengan tema yang diambil dalam Rekoleksi tersebut, yaitu “ Menghidupi Semangat Misioner dalam keterbatasan”.. acara ditutup dengan Perayaan Ekaristi bersama Bapak Uskup serta dua romo lainnya.(RN)