Rekoleksi Pemandu Kitab Suci

Paroki Sragen (LENTERA)– Tim Kerja Kerasulan Kitab Suci Paroki Sragen, Minggu (17/11) mengadakan Rekoleksi Pemandu Kitab Suci bertempat di Aula SMP Saverius Sragen. Acara yang menghadirkan narasumber Rm. FX. Sukendar Wignyosumarta, Pr ini mengambil tema: “Menjadi pemandu Kitab Suci yang handal sebagai perwujudan pewartaan”

Rekoleksi ini dihadiri 105 orang yang merupakan para pemanduKitab Suci lingkungan se-paroki sragen. Harapannya para pemandu Kitab Suci di Paroki Sragen menjadi menjadi lebih handal dan militan dalam mewartakan sabda Tuhan.Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Doa Pembuka dan Laporan Ketua Panitia Bp. Gabriel Nahak kemudian dilanjutkan sambutan oleh Bp. Yosep Sukimin, Ketua Bidang II Dewan Pastoral Paroki Sragen.

Dalam materinya, Romo Kendar mengajak peserta untuk belajar dari Gaudete etExsultate” (Bersukacita dan Bergembiralah) yakni Seruan Apostolik Paus Fransiskus mengenai Kekudusan dalam dunia modernyang bersumber pada sabda Yesus dalam khotbah di bukit (Mat.5:12) “Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga.” Paus mengambil Sabda Yesus ini sebagai seruan bagi orang modern, guna mengusahakan kekudusan dalam hidup sehari-hari.Menjadi kudus adalah hakekat hidup Kristiani. Paus Fransiskus mengajak kita untuk mengusahakan kekudusan melalui: (1) Hidup pribadi, keluarga, kelompok kategorial.(2) kegiatan kecil-kecil yang kelihatan tanpa arti. Semuanya yang kecil itu indah karena menjadi sarana ampuh yang menuntun kita kepada kerendahan hati, mati raga dan akhirnya mencapai kekudusan.(3) Tutur kata yang penuh kehangatan dan cinta, tidak nyinyir dan tanpa motivasi kebencian.(4) Cara berpikir yang diilhami atau diterangi oleh Roh Kudus sehingga tidak jatuh dalam ajaran dan praktek yang sesat. Kita hanya perlu melaksanakan yang kecil dengan cinta kasih yang besar.(5) Cinta kasih kepada Tuhan dan sesama.

Acara ini berjalan dengan lancar dan penuh kegembiraan, semua peserta mengikuti dengan antusias. Rekoleksi ini dapat menumbuhkan semangat untuk mewartakan Injil dengan sukacita. Semangat mewartakan Injilyang bisa dimulai dari keluarga, membangun kekudusan dalma hidup harian. Sesudah pelaksanaan Rekoleksi ini, rencana ke depan akan dilanjutka dengan sekolah kitab suci lingkungan. (ANK)